Patah!
  • WpView
    Reads 268
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 30, 2023
Hana Pratista, tidak pernah menyangka jika hidupnya telah hancur oleh perselingkuhan yang dilakukan mamanya. Hidup berdua dengan sang papa yang begitu tenang, namun ketenangan Hana tidak bertahan lama, kesakitan itu datang lagi dalam hidupnya. Kebahagiaan yang Ia rasakan beberapa saat seolah sirna begitu saja, sosok yang selama ini Ia harapkan menjadi kebahagiaan justru menyakitinya sedalam-dalamnya hingga tak bersisa. Ia menerima karma yang mamanya lakukan. Hana hanya ingin bahagia, itu saja.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hema Akasha.[Telah Terbit]
  • Giona: Second Lead My Husband
  • Tumbuh dengan Luka [END]
  • RAPUH!
  • Mi Frourà
  • Apa Itu Cinta? (Completed)
  • RAKHANA [END] 🔞
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Bunda,Aku Ingin Mati!

(SETIAP BABNYA UDAH DI REVISI) Hema menikah dengan Akasha bukan karena ia mencintainya, tetapi karena rasa tanggung jawab yang mengikatnya pada keluarganya. Perekonomian keluarga yang semakin terpuruk,ayahnya yg jatuh sakit,kedua adiknya sedang bersekolah memaksa gadis itu untuk memilih jalan yang penuh pengorbanan. Akasha, yang dikenal dengan kekayaannya,pewaris keluarga harrington menikahi Hema bukan karena rasa cinta, tetapi karena terpaksa-sebuah pernikahan yang diperlukan agar ia bisa menjadi pewaris sah dari keluarganya dari perusahaan mereka harborstone estates dan itu hanya bisa ia warisi dengan ikatan jika Akasha segera menikah. Di bawah langit yang luas, di antara bentangan Akasha yang tak terbatas, mereka berdua berjalan menyusuri hidup yang penuh dengan maya-ilusi dan harapan kosong yang tak bisa mereka raih. Keduanya, terjebak dalam karma yang tak mereka pilih, menjalani takdir yang mereka rasa tak ada jalan untuk menghindarinya. Namun, di tengah perjalanan itu, apakah ada ruang untuk cinta yang sejati, atau hanya ruang kosong yang dipenuhi kepentingan dan keinginan yang tak pernah berujung?

More details
WpActionLinkContent Guidelines