Semua mata menatap tak percaya padanya.Tatapan tajam seakan menghakiminya. Mereka yang dulu dekat dengannya sekarang menatapnya sinis penuh kekecewaan. Putri tetap berjalan pelan. Namun belum sampai di ruangan Nadia tangannya di cekal oleh Raja. "Mau ngapain lagi put? Mau nyakitin Nadia lagi? Belum puas ngeliat Nadia terbaring disana?", Suara Raja semakin meninggi. Tangannya masih mencekal tangan putri dengan keras membuat putri meringis menahan sakit. "A..ku..bukan aku.., tolong percaya aku Ja," Putri menatap memohon pada Raja dengan air mata yang membasahi pipinya. Dia mencoba mengenggam tangan Raja namun ditepis dengan kasar oleh Raja. "Pergi lo, jangan muncul lagi disini" Raja meninggalkan putri masuk ke ruang rawat Nadia. Putri terduduk di lantai dengan isak tangis yang semakin kencang. Tidak ada satupun yang percaya padanya, tidak satupun yang membelanya. Bahkan tidak ada satupun yang mau mendengarkannya.
More details