Numbness

Numbness

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 7, 2024
Pertengkaran adalah hal yang paling tidak disukai oleh keyzia, ia terkutuk dalam keluarga yang tidak sehat, setiap hari ia terus mendengar pertengkaran hebat keluarganya selama 6 tahun belakangan ini, rasa nya sangat muak mendengar kata 'perceraian' namun tidak juga terjadi dengan alasan ada 'anak' yaitu keyzia, dan setiap pertengkaran itu terjadi keyzia hanya bisa berlari dan mengurungkan dirinya di kamar, sambil menangis. ia selalu iri ketika melihat ke harmonisan keluarga temannya yaitu tamara, tamara sangat beruntung mempunyai keluarga cemara, bisa mensupport penuh, juga bisa menjadi rumah dikala kita membutuhkan tempat untuk berpulang. tapi apa daya keyzia hanya bisa tersenyum pilu melihat nya. Keyzia juga sering kali mengalami pelecehan seksual, ia juga sering kali hampir di perkosa oleh orang orang hidung belang namun tuhan masih sayang dengannya keyzia selalu bisa lolos dari perbuatan menjijikan itu, jika bunuh diri tidak berdosa mungkin keyzia sudah lakukan dari dulu. Let's reading guys! Start : End :
All Rights Reserved
#866
mati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PutriRaja
  • I'm Keysa
  • Full Of Scratches
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • Broken Girl (COMPLETED)
  • WISHES.
  • Takdir Sang Ilahi [END]
  • ABLUVION {COMPLETED}
PutriRaja

Semua mata menatap tak percaya padanya.Tatapan tajam seakan menghakiminya. Mereka yang dulu dekat dengannya sekarang menatapnya sinis penuh kekecewaan. Putri tetap berjalan pelan. Namun belum sampai di ruangan Nadia tangannya di cekal oleh Raja. "Mau ngapain lagi put? Mau nyakitin Nadia lagi? Belum puas ngeliat Nadia terbaring disana?", Suara Raja semakin meninggi. Tangannya masih mencekal tangan putri dengan keras membuat putri meringis menahan sakit. "A..ku..bukan aku.., tolong percaya aku Ja," Putri menatap memohon pada Raja dengan air mata yang membasahi pipinya. Dia mencoba mengenggam tangan Raja namun ditepis dengan kasar oleh Raja. "Pergi lo, jangan muncul lagi disini" Raja meninggalkan putri masuk ke ruang rawat Nadia. Putri terduduk di lantai dengan isak tangis yang semakin kencang. Tidak ada satupun yang percaya padanya, tidak satupun yang membelanya. Bahkan tidak ada satupun yang mau mendengarkannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines