Bunga Luka

Bunga Luka

  • WpView
    Reads 122
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 8, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM WELCOME TO DUNIA FIKSI NABILAAAAAAA ❤HAPPY READING❤ -PROLOG- "Menulis adalah sebuah proses pengungkapan kata yang di atur menjadi sebuah cerita". Di balik senyumnya yang lembut, Aiyra menyimpan luka yang tak pernah benar-benar sembuh. Setiap harinya ia menanam harapan, namun yang tumbuh justru duri-duri masa lalu. Ketika pria yang diam-diam ia cintai memilih sahabatnya, Aiyra harus memilih tetap menjadi bunga yang diam atau mekar meski dalam luka. Langsung baca dan ikutin terus ke seruannya JANGAN LUPA VOTE DUKUNG TERUS YAH DAN IKUTIN TERUS PERJALANNYA YAH
All Rights Reserved
#271
virtualreality
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • Cinta Sang Prajurit (END)
  • Semu [Completed]
  • True Lovely : My BL Stories
  • ECLIPSE : Fall in love with Vampires
  • The Story of Our Love
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • Anugrah Azizah
  •   *{ MAFIA POSESIF (DIAM)}*  '''CHOI YN X JEON JUNGKOOK '''

[COMPLETED] "Jadi lelaki itu yang akan dijodohkan ibu denganku? Tega sekali, Ibu," gerutuku. Aku semakin membulatkan tekadku untuk menolak ini. Tanpa kusadari, ibu melihat ke arah jendela kamarku dan melihatku kesal. Beberapa saat kemudian, terdengar suara pintu kamar diketuk. "Baby, buka pintu!" Pintanya tegas. Aku pun membukakan pintu. Lalu menelungkupkan badanku di atas kasur. Ibuku menarik kursi belajarku mendekat ke arahku dan memandangiku, lalu berkata pelan padaku. "Kau tahu sendiri kan kebiasaan di sini? Kau juga tahu asal usulmu? Kau paham betul, bagaimana ibumu ini bertahan? Semua karena ibumu ini sepakat dengan norma di sini. Mana mungkin kita bisa hidup cukup seperti ini kalau tidak mengikuti itu semua. Baby, kau tahu itu semua. Harusnya kaupun seperti ibumu ini, ikut arus itu." Melihatku tidak memandangnya, ibu terus mengatakan hal-hal yang sebenarnya kami berdua sama sama tahu. "Ibu menikah dengan bapakmu ketika seusiamu. Dengan itu, ibu bisa memiliki rumah ini dan seperangkat alat jahit. Ibu mampu membesarkanmu, menyekolahkanmu, memenuhi segala keinginanmu, dan tidak pernah menyusahkan orang lain. Kau memang tidak pernah bertemu bapakmu, tapi ibumu ini sudah bercerita tentangnya." "Kita hidup tanpa kekurangan. Bahkan bisa membantu sesama. Kita pun hidup bahagia. Mereka yang juga melakukan ini pun juga sama." "Menikah bukan sesuatu yang salah, Baby." Ibuku mengakhirinya dengan kalimat itu, lalu berdiri hendak keluar kamarku. "Tapi menjanda di usia muda bukan keinginanku, Bu." Balasku sebelum ibu keluar kamar. Ibuku berhenti sejenak, kemudian keluar dari kamarku. Happy reading~ Jangan lupa untuk: √ Vote √ Coment √ Kritik dan Saran Hargai author dengan vote, terimakasi💞

More details
WpActionLinkContent Guidelines