next  my life
  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 4, 2023
etelah satu minggu kelulusan ku dari sekolah menengah atas akhirnya aku masuk kategori pengangguran di negaraku tercinta ini. Bangun pagi tanpa cuci muka langsung turun untuk sarapan Bersama yang lain. seperti biasa, aku tidak peduli dengan ocehan yang meledek diriku, yang penting aku masih cantik walau tanpa cuci muka terlebih dahulu. itulah aku Leo yuarvi kalson. si anak kesayangan. kata mereka yang melihatnya sekilas. Lagian mengigat hari merupakan hari pertamanya kembali ke rumah ini. Karena di tempat sebelumnya yaitu di rumah neneknya dia ada yang harus urus terlebih dahulu sebelum balik ke jakarta dimana rumahnya berada. Lagian jika aku terlambat turun ke bawah mereka juga yang repot memanggilku, dan sarapan mereka akan tertunda tanpa kehadiranku. "pagi semua..." sapaku dilanjut dengan suara decitan kursi yang ku geser, lalu mendaratkan bokongku disana. "pagi juga sayang..." balas Diana dan dibalas yang lainnya. "menikmati banget kayaknya liburnya yah kak" ucap panji yang memperhatikan tingkah kakaknya itu beberapa hari ini. "seperti yang terlihat!" balas leo yang membuat yang mendengarnyaa geleng kepala. "sihar brangkat dulu ya Mih, Pih" ucap sihar sambal mengecup pipi Diana seperti biasanya. Dilanjut menyalimi james yang baru saja datang ke meja makan untuk sarapan. "leo kangen banget sama lo bang" ucap leo memeluk sihar sembarang. ya mereka belum jumpa tadi malam karna leo langsung istrahat tidak menunggu sihar yang memang lagi pulang malam. "iya abang juga kangen sama adek bar-bar abang" ucap sihar membalas pelukan adeknya itu. "sarapan dulu" terdengar intruksi James papi mereka. "udah Pih" sahutnya lalu pergi buru-buru menghilang dibalik pintu. "buru-buru banget sih" ucap leo entah pada siapa. "telat kali" sahut panji. "sudah ... habiskan sarapan mu nanti kamu juga ikutan telat" ucap diana mengingatkan anak bungsunya itu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Story Of Love (Completed)
  • Aku Dia Berbeda [END]
  • Sepertiga Malam Adinda & Angkasa
  • CINTA DAN RAHASIA
  • GEVRONZ
  • ALVANSA [Completed]
  • ALNI
  • I'm Hurt (Sehun - Jieun) (✔)
  • Bunda taehyung~~KOOKTAE
  • Judul standar - ^-^ "My Teddy Bear "

"Morning Kiss nya belum" Aleta menatap tajam kearah Devano "Jangan mulai deh, aku gamau nanti ketauan lagi terus nikahnya malah dimajuin jadi besok. Engga banget kak! Aku denger kata secepatnyaa aja udah mau pingsan apalagi kalau beneran dinikahin besok mati muda kali aku" "Loh malah aku seneng banget kalau kita mau dinikahin besok,tapi aku rasa jangan besok deh mending sekarang aja gimana? Kalau besok kelamaan" "KAK DEVANNN" Aleta mencubit keras perut Devano sampai sang empu meringis kesakitan "Sakit sayang" "Bodo amat,aku kesel banget pokoknya. Lagian belum tentu aku mau nikah sama kak Devan,bisa aja kan aku kabur jauh ninggalin kak Devan" Devano melirik nakal ke arah Aleta "Yakin? Yang kemaren nangis nangis gamau ditinggalin siapa? Sekarang malah so so an mau ninggalin" "Gausah bahas bahas soal itu,mau aku marah beneran?" "Jangan dong mending cium aku beneran aja biar enak" "Bodo amat aku ga denger setan ngomong" Setelahnya Aleta benar benar meninggalkan Devano didalam mobilnya sendirian *** Penasaran ga sama kelanjutan nya? Ayo langsung baca,ikuti keseruan kisah Aleta dan kawan kawan😁 Cerita ini dalam tahap revisi,jika teman teman menemukan typo,gaya bahasa baku dan non baku bahkan alur acak acakan dan tidak nyambung mohon dimaklumi🙏 ================================ INI MURNI HASIL KARYA DARI PEMIKIRAN AKU SENDIRI, MAAF KALO ADA KESAMAAN NAMA, TEMPAT, DAN SEBAGAINYA DALAM CERITA INI ITU SEMUA GADISENGAJA TAPI SUMPAH DEMI APAPUN INI MURNI HASIL KARYA AKU Dipublikasikan tanggal 23 September 2018 Selesai tanggal 29 April 2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines