Ramaraja

Ramaraja

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 6, 2023
Ini tentang Ramaraja Kaesandra, badboy sekolah yang memiliki tampang super menawan. Tajir melintir, tapi hobinya adalah nunggak bayar uang kas. Kehidupannya yang semula terasa membosankan, tiba tiba berubah saat ia mulai memasuki masa SMA. Dimana ia bertemu dengan Anera Lika Abinara, bendahara kelas yang galaknya minta ampun. Itulah alasan Rama selalu nunggak bayar uang kas, katanya, dimarahi Nera itu seru. Padahal banyak orang yang rela tidak makan di kantin hanya untuk membayar uang kas dan menghindari amukan Nera. "Gue bayar uang kas, tapi lo jadi cewek gue. Gimana?" Entah sudah berapa juta kali Rama berucap seperti itu ketika Nera menagihnya, namun Nera selalu menolak habis habisan dan meloloskan Rama menunggak lagi dan lagi. Katanya, "Gak sudi gue jadi pacar orang gila kayak lo!" Namun, karna sudah terlalu banyak tunggakan kas cowok itu, membuat Nera habis kesabaran dan akhirnya menerima tawaran Rama. Dan disitulah kehidupan Nera berubah. Dari yang tenang, menjadi sangat heboh. "Ner, suapin gue dong, gue kan pacar lo!" "Ner, panggil gue sayang dong." "Ner, nanti malem kita sleepcall yok!" Iya, heboh oleh semua ocehan Rama.
All Rights Reserved
#51
bendahara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Because I Love You (The End)
  • Bendahara Kelas [Completed]
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • CINTA ITU INDAH YA?
  • Bad Boy and [EX] Bad Girl
  • REALIZE [END]
  • TANTAN ; with you [ ON GOING ]
  • Transmigrasi: Love Punch
  • Limerence
  • Love Enemy!

The Ocean Cafe napak ramai seperti biasanya. Tempat itu selalu dijadikan tongkrongan oleh para muda mudi untuk melepas lelah atau bahkan untuk menghabiskan waktu bersama sang kekasih. Termasuk pasangan yang sudah duduk saling berhadapan selama lima belas menit disana, namun tak satupun membuka suara. Hingga kemudian seorang lelaki dari pasangan itu memulai pembicaraan sepuluh menit kemudian. "Kita akhiri saja semuanya sampai di sini," lelaki bertubuh jangkung itu mengucapkan kata-kata itu dengan tegas kepada seorang wanita di hadapannya. "Apa maksud kamu?" wanita yang mengenakan dress berwarna pink soft itu bertanya kepada lelaki di hadapannya. Bukan karena ia tidak tahu maksud pernyataan yang dilontarkan sang lelaki, namun lebih pada ia tak ingin menerima keputusan yang dibuat oleh lelaki itu. "Kita putus," ujar sang lelaki lagi. "Kenapa? Apa aku berbuat kesalahan?" tanya sang wanita. "Ya, sejak awal kamu tahu bahwa hubungan diantara kita tidak akan berhasil. Aku mengiyakan untuk menjadi kekasihmu hanya karena desakan orang tuaku. Dan kamu tahu itu bukan keinginanaku...," ujar sang lelaki. "Tapi, tidak bisakah kita tetap mempertahankan hubungan ini. Tidak bisakah. Aku mencintaimu Abhi...," "Kamu egois Nara. Kalau kamu benar mencintai aku kamu harusnya melepaskan aku, bukan mengurungku seperti ini," ucap sang lelaki. "Lalu aku harus apa Abhi...?" tanya Nara kepada lelaki yang di panggil Abhi itu. "Mari kita akhiri hubungan ini. Bilang pada orang tuamu kalau kita sudah tidak cocok lagi," ujar Abhi kepada Nara. Nara hanya terdiam, ia menghela napasnya. Baginya Abhi adalah segalanya, namun berbeda halnya dengan Abhi. Bagi Abhi, Nara adalah penghalang. Penghalang hubungannya dengan Zoya dan juga semua mimpi-mimpinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines