"Mari kita lihat bersama keberhasilan dunia yang tak adil terhadap manusia berhati mulia."
Bertahan dengan bahu yang kuatnya sisa setengah. Mencari cahaya, menerka harapan di setiap tempat singgah. Berujung pula dalam lingkup indah, sama-sama berakhir resah. Kini aku tulis, makna sepucuk surat yang menggambarkan jawaban dari sekian lelah.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Kau yang pernah hadir sebagai senja yang menghangatkan, Sebelum akhirnya menjadi gerimis yang menggigilkan.
Dan detak yang yang pernah saling mendekatkan kita , Sebelum akhirnya di jauhkan oleh detik yang pernah menghadiahkan tawa.