JEHANO

JEHANO

  • WpView
    Reads 71
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 2, 2023
WpInfo
Fanfic
BTS
Awalnya Rasi kira menghadapai Jehan bukanlah perkara sulit mengingat sifat laki laki itu yang cenderung cuek dan irit bicara. Namun ternyata Rasi salah. Sifat Jehan yang satu ini benar benar membawa masalah baginya. "Ayo pulang " "Kok pulang? Aku belum mesen minuman." Rasi mengernyitkan keningnya. "Aku emang jago berantem tapi aku gak mau dapet hukuman dari kamu." Rasi masih tak paham. "Cowok di sini mata keranjang semua. Masih gak ngerti juga?" Iya. Membawa masalah buat kinerja jantungnya.
All Rights Reserved
#805
kuliah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Be Yours
  • Frozen love(jikook)✅✅
  • entahlah [END]✓
  • ahjussi mafia man✅✅(jikook)
  • Necessary✅✅(jikook/minimoni)
  • You Broke Me First | Lizkook✓
  • Peri (a) Cantik ku (END)
Be Yours

"kenapa si vin? Kamu jahat banget! Aku salah apa? Gak ada cowok lain yang bersikap begitu kepacarnya sendiri!" ucap Risa yang lebih terdengar seperti isakan, karna pipinya sudah banjir dengan air mata. Risa menyeka air matanya lalu ia tertunduk mengingat sekilas bagaimana Ervin waktu itu menembaknya. "pa-padahal du-dulu kamu, yang ajak aku pacaran duluan!" Ervin hanya memandangnya tanpa minat, lalu melipat tangannya didadanya. "gak semua cowok yang ngajak pacaran itu bermaksud baik. Terutama gue!" ujar Ervin Risa langsung mengangkat wajahnya, menatap Ervin dengan bingung. "maksud kamu?" tanyanya tak mengerti. Ervin tersenyum miring, lalu ia mencondongkan tubuhnya kewajah Risa. "maksud gue..." ucapnya terpenggal lalu ia mengelus pipi Risa, membuat tubuh Risa menegang. Lalu Ervin mendekatkan bibirnya ketelinga Risa dan melanjutkan ucapannya. "gue pacaran sama lo, karena gue benci sama lo dan gue mau liat lo menderita!" Bagaikan kehilangan inhaler saat Risa sedang sekarat, begitu lah kondisinya sekarang sekujur tubuhnya membeku dan tak dapat digerakkan saat mendengarkan ucapan yang baru saja masuk kedalam telinganya. Ervin menegakan badannya dan melihat ekspresi Risa yang membatu dengan raut wajah terkejut, Ervin langsung pergi meninggalkan Risa sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines