Pena Berlian & Kertas Einstein

Pena Berlian & Kertas Einstein

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 23, 2023
UPDATE : JUMAT 💖 Pernah mengagumi content creator tapi tidak tahu wajahnya? Itulah yang sedang dihadapi oleh kedua content creator tersebut, Pena Berlian & Kertas Einstein. Mereka sama-sama saling mengagumi tanpa tahu siapa di balik nama itu. Pena Berlian menggambarkan content creator wanita yang berkilau karena karya-karyanya meski wajahnya belum pernah tampak di dunia maya. Kertas Einstein menggambarkan Pria yang cerdas seperti Albert Einstein dengan konten-konten rumus fisika beserta relevansinya terhadap dunia nyata. Namun nyatanya, dia juga belum pernah menampakkan diri kepada followers di dunia maya. Suatu hari, mereka bertemu di dunia nyata.
All Rights Reserved
#211
teknik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KENNARD - Living with the Bad Boy
  • cinta MENGAPA gengsi (Completed)
  • Troublemaker Be Hero
  • ELANG & ELENA
  • Jangan Bilang Kita Sahabat (COMPLETED)
  • Beyond The World
  • [Revisi]Bad boys & innocent girls
  • 105 Years [2015]
  • K e [y] n a [n]. [COMPLETED]

Livia tak menginginkan Kennard--bad boy paling ia hindari--menjadi saudara tirinya. Namun suatu malam, Livia mengalami peristiwa tak terlupakan bersama Kennard hingga mengubah perasaan keduanya. *** Meski tak memiliki seorang ibu, Livia Rinshi tetap hidup bahagia bersama ayahnya. Saat menginjak usia enam belas tahun, seharusnya Livia lebih berbahagia karena sang ayah menikah lagi. Tapi, tidak! Hidup Livia tak lagi sama ketika Kennard Vicco, bad boy yang paling ia hindari, menjadi saudara tirinya. **** Jantung aku kayak meledak waktu melihat cowok nggak pakai baju tiduran di kasurku. Aku menjerit kuat-kuat sampai Kennard tersentak dan duduk sambil melongo bego. Berkacak pinggang, aku berjalan ke arah ranjang bersprei Hello Kitty. "Ngapain kamu tidur di sini?!" Senyuman Kennard tersungging bikin wajahnya semakin tampan. Tapi, aku nggak pernah tergoda bujukan setan. "Biasa aja kali. Nggak usah ngegas," ujarnya rese. "By the way," Kennard turun dari ranjang dan berdiri di hadapan aku, "Mulai sekarang, lo kudu nurut apa kata gue atau ...." "Ihh ... nggak mau!" tolakku sambil memalingkan muka ke arah jendela, takut khilaf karena ngeliat otot perut Kennard. "Kalo lo nggak mau," Wajah Kennard mendekati aku, "Gue bakal bilang ke Bunda, semalam lo pergi ke mana." Mataku melebar, mulutku terbuka, perutku juga mulas, sementara Kennard menyeringai sadis. Oh, puh-lease! Aku ketahuan si Iblis! #BukanTeenlitBiasa ❤️ Dilarang baca jika kamu lemah iman, tak sanggup menerima ke-uwu-an, atau takut baper yang berkepanjangan. ❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines