Lost Stars

Lost Stars

  • WpView
    LECTURI 13,305
  • WpVote
    Voturi 696
  • WpPart
    Capitole 24
WpMetadataReadComplet dum, iun 7, 2015
WpInfo
Ficțiune
Dragoste
Mungkin memang kita tidak ditakdirkan berada dalam suatu kisah yang berakhir bahagia, melainkan dalam kisah dimana gue yang selalu bersabar menghadapi semua sifat sifat lo itu, tetapi gue juga manusia, gue bisa lelah. Hati gue udah terlanjur lelah menghadapi semua itu, haruskah gue berhenti atau tetap disisi lo setelah semua itu? atau haruskan gue mencari yang lain untuk menutupi luka tersebut?
Toate drepturile rezervate
#250
andin
WpChevronRight
Alătură-te celei mai largi comunități de povestiri din lumePrimește recomandări personalizate de povești, salvează-ți favoritele în biblioteca ta și comentează și votează pentru a-ți dezvolta comunitatea.
Illustration

S-ar putea să-ți placă și

  • Tokoh Utama
  • ILALANG
  • Destiny
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • Expression [Completed]
  • Falling To Pieces
  • Friendzone [END]
  • dimana janji tersebut
  • GAREN SINCERE LOVE
  • OUR STORY (ZLS)

" Lo ngga lagi berubah ke alter ego Lo yang lain kan ?" Tanya Icha memastikan karena jawaban dari raksa tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan. Yang ditanya malah senyum senyum sendiri. "Kumat kan Lo malah kerasukan sekarang, senyum" ngga jelas lagi" "Takut ya lo kalo gue kerasukan bneran?" "Ish seriusan raksa gue nanya beneran" " Lo mau gue jawab seserius apa Cha karena itu emng jawaban gue" "Terus apa hubungannya posisi sama penyakit?" "Ada, klo gue ngasih tau ke bokap tentang penyakit gue ini sama aja kaya gue yang ngambil peran tokoh utama dari Abang gue sendiri" " Abang? Bang reja maksud lo?" "Apaan si sa jawaban Lo ambigu bgt bang reja ga mungkin kali sejahat itu sama Lo nganggep lo rebut kasih sayang bokap Lo" "Iya gue tau bang reja ngga cuman ngga sejahat itu tapi dia juga sayang bgt sama gue, kalo Lo jadi gue emng Lo tega biarin diri Lo sendiri rebut tokoh utama yang seharusnya bukan milik Lo?" " Tokoh utama apaan lagi si sa, kita ini di dunia nyata jadi ya tokoh utama nya ya cuman diri Lo sendiri, gue saranin mending Lo buruan bilang ke bokap Lo tentang penyakit lo itu" Raksa tertegun mendengar perkataan Icha itu " Lo malu yah punya calon pacar penyakitan mental kaya gue?" "Apaan si emng gue mau jadi pacar lo " Jawab Icha sepelan mungkin. " Kalo mungkin Lo nantinya jadi pacar gue sa, gue ga bakalan malu punya pacar seorang raksa yang menurut Lo, Lo adalah manusia penyakit mental karena itu ngga jadi masalah buat gue tapi masalahnya apa iya gue pantes, bersanding sama Lo yang terlalu sempurna buat gue, dan lagipula gue masih ada rasa buat Abang lo sa"batin Icha Tanpa mereka sadari setelah percakapan mereka berhenti disana mereka saling bergumam dalam hati, sambil menikmati sejuknya terpaan angin sore di tepi ladang sawah.

Mai multe detalii
WpActionLinkLinii directoare referitoare la conținut