Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.
Kacamata Leisya

Kacamata Leisya

  • WpView
    LECTURAS 204
  • WpVote
    Votos 19
  • WpPart
    Partes 17
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, ago 7, 2026
WpInfo
Ficción
Romance
Preparatoria
Slow Burn
Slice of Life
Leisya tidak punya alasan untuk memikirkan Arya. Serius. Tidak ada. Cowok itu menyebalkan, terlalu santai, dan punya hidung yang -entah kenapa- selalu mengingatkan Leisya pada Pinokio. Mancungnya keterlaluan. Sedikit saja dia bohong, hidungnya mungkin bisa langsung menembus kaca jendela. Dan dari sekian banyak orang di dunia ini, kenapa justru dia yang pindah ke kompleks Leisya? Dari bocil-bocil yang tiba-tiba ikut-ikutan usil sampai momen memalukan yang seharusnya tidak pernah terjadi, hidup Leisya berubah jadi lebih... berisik. Harusnya ini cuma gangguan kecil. Bukan sesuatu yang perlu dipikirkan. Apalagi dirasakan. Tapi kalau memang bukan apa-apa... kenapa dia jadi satu-satunya yang paling sulit diabaikan? --- "Melalui kacamata Leisya, semua terlihat jelas -sayangnya, Arya tidak termasuk." -Kacamata Leisya- Copyright @ceooftiramisu Cover @Canva
Todos los derechos reservados
#2
kacamata
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Nala dan Mas Juragan
  • Círculo del Destino
  • GARWO KINASIH SANG DALANG
  • Pregnant With The Protagonist's Child (END)
  • Clause of Us
  • Love For Rent (Antagonist Love Story)
  • ONESHOOT 21+
  • My Celestia || Kabur dari Perjodohan, Jatuh ke Pelukan Konglomerat [21+]
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Silent Traces by the Sea [Usai/Hiatus]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido