Kacamata Leisya

Kacamata Leisya

  • WpView
    Reads 123
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 29, 2026
Leisya tidak punya alasan untuk memikirkan Arya. Serius. Tidak ada. Cowok itu menyebalkan, terlalu santai, dan punya hidung yang -entah kenapa- selalu mengingatkan Leisya pada Pinokio. Mancungnya keterlaluan. Sedikit saja dia bohong, hidungnya mungkin bisa langsung menembus kaca jendela. Dan dari sekian banyak orang di dunia ini, kenapa justru dia yang pindah ke kompleks Leisya? Dari bocil-bocil yang tiba-tiba ikut-ikutan usil sampai momen memalukan yang seharusnya tidak pernah terjadi, hidup Leisya berubah jadi lebih... berisik. Harusnya ini cuma gangguan kecil. Bukan sesuatu yang perlu dipikirkan. Apalagi dirasakan. Tapi kalau memang bukan apa-apa... kenapa dia jadi satu-satunya yang paling sulit diabaikan? --- "Melalui kacamata Leisya, semua terlihat jelas -sayangnya, Arya tidak termasuk." -Kacamata Leisya- Copyright @withluv_marrda
All Rights Reserved
#453
romcom
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MUKTI AGUNG
  • Sialan, Ko Jadi Gini?! [END]
  • PERIHELION
  • ENVELOVE
  • Tsundere Maniak Susu
  • Bodyguard Salah Alur
  • Halo Gus!!
  • TUNANGAN ANTAGONIST GILA
  • After the Fall
  • The Lost Cael (Selesai)

(Manipulatif, redflag) Terjadi penggerebekan di sebuah desa terpencil yang jauh dari kota, para warga desa berbondong-bondong mendatangi sebuah rumah saung yang terletak ditengah hamparan sawah yang ditumbuhi jagung. Laura berusaha menjelaskan, bahwa tidak terjadi apa-apa antara dirinya dan Mukti di rumah saung itu, namun tidak ada satupun yang mempercayai ucapannya, bahkan kedua orang tuanya pun tak percaya. Diam-diam, Mukti tersenyum melihat keputusasaan Laura, mungkin dikampung ini, hanya gadis itu yang tau bagaimana gilanya dia. "Rantai bernyawa ini, bakal susah dilepasin neng." bisik Mukti di telinga Laura.

More details
WpActionLinkContent Guidelines