Story cover for je and gi by akurie_
je and gi
  • WpView
    LECTURAS 63
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Partes 1
  • WpView
    LECTURAS 63
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Partes 1
Continúa, Has publicado may 30, 2023
Todos los derechos reservados
Tabla de contenidos

1 parte

Regístrate para añadir je and gi a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Duduk Manis, Jabatan Datang (Terbit)  de Manusia_Penulis
18 partes Concluida
Perhatian! Cerita ini mengandung sedikit unsur kritik sosial terhadap nepostisme! Di sebuah perusahaan ternama, jalan menuju puncak biasanya dipenuhi kerja keras, dedikasi, dan pengalaman. Namun, bagi mereka yang lahir dari keluarga berpengaruh, tangga karier tampak seperti eskalator otomatis yang membawa mereka naik tanpa usaha berarti. Itulah yang terjadi pada Sasha Adinata, seorang gadis muda yang baru lulus kuliah dan langsung mendapatkan posisi strategis di perusahaan teknologi milik sahabat lama ayahnya. Sementara rekan-rekan kerja lainnya harus berjuang bertahun-tahun untuk mendapatkan promosi, Sasha dengan mudah melangkah ke posisi penting tanpa pengalaman yang cukup. Di sisi lain, Bara Surya, seorang karyawan berbakat yang sudah mengabdikan lima tahun hidupnya untuk perusahaan, merasa geram melihat bagaimana seseorang bisa mendapatkan apa yang selama ini ia perjuangkan hanya karena nama belakangnya. Bara tidak sendirian-banyak rekan kerja lain yang mulai mempertanyakan keadilan di tempat kerja mereka. Namun, Sasha bukan sekadar gadis manja yang hanya ingin bersantai. Dihadapkan dengan tekanan dari lingkungan kerja yang menuntutnya untuk membuktikan diri, serta konflik dengan para karyawan yang meragukan kemampuannya, ia harus menentukan apakah ia akan tetap nyaman dengan privilese yang dimilikinya atau benar-benar berusaha untuk membuktikan bahwa ia pantas berada di posisi tersebut. Sementara itu, Bara dihadapkan pada dilema: apakah ia akan terus melawan sistem yang tidak adil, atau menerima kenyataan bahwa di dunia kerja, kemampuan saja tidak cukup untuk mencapai puncak? Di tengah intrik kantor, persaingan diam-diam, dan ambisi yang beradu.
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
Duduk Manis, Jabatan Datang (Terbit)  cover
cupu dan ratu cover
F dan Z  ( and )  cover
(   BAD  )  lee jeno cover
Skinship cover
it's impossible for me to love you cover
My Husband Ceo cover
EVANDRA ALVIAN | JAEMRINA [ ✔️ ] END cover
Lengah Dikit Oversharing sama Kang Cilok (JOONGDUNK) cover

Duduk Manis, Jabatan Datang (Terbit)

18 partes Concluida

Perhatian! Cerita ini mengandung sedikit unsur kritik sosial terhadap nepostisme! Di sebuah perusahaan ternama, jalan menuju puncak biasanya dipenuhi kerja keras, dedikasi, dan pengalaman. Namun, bagi mereka yang lahir dari keluarga berpengaruh, tangga karier tampak seperti eskalator otomatis yang membawa mereka naik tanpa usaha berarti. Itulah yang terjadi pada Sasha Adinata, seorang gadis muda yang baru lulus kuliah dan langsung mendapatkan posisi strategis di perusahaan teknologi milik sahabat lama ayahnya. Sementara rekan-rekan kerja lainnya harus berjuang bertahun-tahun untuk mendapatkan promosi, Sasha dengan mudah melangkah ke posisi penting tanpa pengalaman yang cukup. Di sisi lain, Bara Surya, seorang karyawan berbakat yang sudah mengabdikan lima tahun hidupnya untuk perusahaan, merasa geram melihat bagaimana seseorang bisa mendapatkan apa yang selama ini ia perjuangkan hanya karena nama belakangnya. Bara tidak sendirian-banyak rekan kerja lain yang mulai mempertanyakan keadilan di tempat kerja mereka. Namun, Sasha bukan sekadar gadis manja yang hanya ingin bersantai. Dihadapkan dengan tekanan dari lingkungan kerja yang menuntutnya untuk membuktikan diri, serta konflik dengan para karyawan yang meragukan kemampuannya, ia harus menentukan apakah ia akan tetap nyaman dengan privilese yang dimilikinya atau benar-benar berusaha untuk membuktikan bahwa ia pantas berada di posisi tersebut. Sementara itu, Bara dihadapkan pada dilema: apakah ia akan terus melawan sistem yang tidak adil, atau menerima kenyataan bahwa di dunia kerja, kemampuan saja tidak cukup untuk mencapai puncak? Di tengah intrik kantor, persaingan diam-diam, dan ambisi yang beradu.