We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
menunggu untuk hilang

menunggu untuk hilang

  • WpView
    Reads 111
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 7, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
tulisan lama yang belum terselesaikan masih berantakkan sekaligus enggan dibuang tetapi beberapa tahun kemudian tulisan itu menjadi sempurna, seperti sebuah pepatah mengatakan sebagian dari kenangan adalah berupa tulisan. Kata Hendrian Arsa, pertemuan itu sebenarnya memang disengaja oleh semesta, karena memiliki tujuan, tujuannya ada 2 menjadi bagian rangkaian cerita atau justru sebagai sepenggal puzzle yang hilang. Namun, berbeda dengan fahmi sandya. ia selalu mengatakan, jika masa lalu adalah penyakit mematikan setidaknya masih memiliki waktu untuk yang namanya berjuang, karena obat tidak bisa menjamin kesembuhan dan penyakit belum tentu ada obatnnya. Dan juga tidak tahu kapan sembuhnya. Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati ?.
All Rights Reserved
#7
sliceonlife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sepotong Kata yang Tak Selesai
  • Copy of Life
  • LOVE SOMEDAY [ Terbit ]
  • Biarkan Aku menjadi Payung-Mu untuk Kamu Berteduh (On Going)
  • If I Had to Choose
  • Bukan Denyut Terakhir, kan?
  • Family Line
  • Kaviry
  • CARAPHERNELIA (HE LIES)

Bagi Arai, menulis adalah sesuatu yang pribadi-sebuah dunia di mana ia bisa menyusun kata-kata tanpa harus menjelaskan dirinya pada siapa pun. Namun, ketika ia bergabung dengan ekstrakurikuler sastra di sekolahnya, ia mendapati bahwa menulis bukan lagi sekadar miliknya sendiri. Di sana, ia bertemu dengan Satria, seorang penulis berbakat yang kata-katanya terasa begitu nyata, tetapi selalu menyimpan sesuatu di baliknya. Dalam lembaran-lembaran kertas dan percakapan yang tak selalu terselesaikan, Arai mulai menyadari bahwa ada sesuatu yang tak terungkap di antara mereka. Sebuah perasaan yang tumbuh di antara baris-baris yang belum selesai. Namun, tidak semua kata bisa dengan mudah diucapkan, dan tidak semua cerita memiliki akhir yang mudah ditebak. Di antara kalimat yang tertunda dan perasaan yang enggan diakui, apakah mereka mampu menemukan kata-kata yang tepat? Atau justru membiarkan cerita ini tetap menjadi sepotong kalimat yang tak selesai?

More details
WpActionLinkContent Guidelines