KECANTOL SAMA ANAK TEKNIK BISA APA??
Zaline, seorang mahasiswi Teknik Elektro di UIN Bandung, dikenal sebagai sosok yang keras kepala dan cenderung tertutup. Dengan gaya berpakaiannya yang santai dan penampilan yang jauh dari kata feminin, Zaline lebih memilih berkutat dengan kabel, rangkaian listrik, dan rumus-rumus teknis daripada berurusan dengan hal-hal sosial yang tidak menarik baginya. Kehidupan kampusnya lebih banyak dihabiskan di ruang praktikum atau perpustakaan, jauh dari keramaian dan pergaulan yang dianggapnya tidak perlu.
Namun, semuanya berubah ketika ia bertemu dengan Khalid, seorang mahasiswa baru dari Fakultas Ushuluddin yang mempelajari Ilmu Quran dan Tafsir. Khalid adalah sosok yang tenang, penuh pertimbangan, dan selalu menjaga sikap. Penampilannya yang rapi serta kepribadiannya yang lembut sangat kontras dengan Zaline yang lebih bebas dan berani berbeda. Meski mereka berasal dari latar belakang yang sangat berbeda, takdir mempertemukan mereka dalam berbagai kesempatan di kampus, dari kantin hingga perpustakaan.
Meskipun Zaline cenderung menghindari interaksi sosial, Khalid yang penuh kesabaran berusaha mendekatinya. Kehadirannya yang tenang dan penuh pengertian membuat Zaline merasa ada ikatan yang tak terucapkan di antara mereka, meskipun ia tidak bisa langsung memahami perasaan tersebut. Hubungan mereka semakin berkembang melalui percakapan ringan yang menyentuh hati Zaline, yang mulai membuka hatinya terhadap dunia yang selama ini ia hindari.
Namun, perjalanan mereka tidak selalu mulus. Perbedaan prinsip, latar belakang, dan kepercayaan yang dimiliki keduanya seringkali memunculkan ketegangan. Zaline, dengan dunia teknik yang jauh dari hal-hal spiritual, harus berhadapan dengan Khalid yang memiliki pandangan hidup yang sangat berbeda. Perasaan saling tertarik mulai tumbuh, tetapi mereka berdua harus belajar untuk memahami perasaan masing-masing dan menerima perbedaan yang ada di antara mereka.