ARJEA
  • WpView
    Reads 219
  • WpVote
    Votes 46
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Jul 7, 2024
"Hanya kamu yg bisa membuat ku melewati semua ini, jadi ku mohon jangan pergi lagi." "Jika itu yang terbaik izinkanlah aku untuk bertahan menjadi tujuanmu" ujar jea. Menatap tulus ke arah pria itu. Tidak akan ada perpisahan lagi kecuali perpisahan kematian. Maafkan saja jika ini yang terbaik cukup do'akan dia dalam diam mampu berharap semoga di persatukan kembali?. WARNING ⚠️ -DILARANG KERAS UNTUK ORANG YANG BERANI MEMPLAGIATKAN CERITA INI LEBIH BAIK KALIAN MENJAUH KARENA ALLAH MAHA MELIHAT APA YANG KALIAN LAKUKAN. -DIWAJIBKAN UNTUK MENDUKUNG DAN TIDAK UNTUK SALING MENJATUHKAN. -YANG CUMA MAMPIR GAK VOTE SAMA KOMEN LEBIH BAIK MUNDUR AJA. -LARANGAN KERAS KALAU TIDAK DI PATUHI SEKIAN DAN SELAMAT MEMBACA.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Flight
  • Cause We are Family
  • LED ASTRAY
  • Rumah Ternyaman {Boel × little Sister)
  • si Sulung & si Bungsu
  • Syakila
  • Little Sister [Boboiboy Elemental]
  • HATI YANG MERINDU ( THE LOVING HEART )
  • Remember Me
Flight

Kamu tau bagaimana sakit kehilangan orang tua diusia yang cukup belia?, apa kamu pernah merasakan sesaknya tidak punya siapa siapa didunia?, Pernahkah kamu merasa ketakutan seperti yang kualami saat kakak angkatku berusaha merencanakan kematianku?. Semua itu kurasakan, kualami dengan rentang waktu yang berdekatan saat usiaku bisa dibilang masih kanak kanak. Untunglah selama kesakitan itu berlangsung ada sesosok malaikat tak bersayap yang mampu memberiku pelukan hangat setiap saat. Untukmu.. Terimakasih.... Selama ini telah menjadi tempat ternyamanku untuk singgah. Menjadi tempat terbaikku untuk berkeluh kesah. Menjadi tempat pulang untuk aku yang kehilangan arah. Meski kutau jika hadirmu hanyalah sebagai tempat singgah untuk diriku yang sudah lama kehilangan rumah. Terimakasih.... Sudah menemaniku merajut mimpi yang tidak bisa kulakukan sendiri, menjadi bahu terkuat yang membantuku menghadapi rintangan bertubi tubi. Memberiku peluk hangat untuk jiwaku yang dilanda sepi dan selalu membuatku yakin jika semua yang terjadi akan bisa kulewati. Terimakasih.... Telah membantuku menyambung sayap sayapku yang patah, mengobati luka dahulu kuanggap mustahil untuk disembuhkan, menyelamatkanku dari kehidupan yang senantiasa terancam. Meski hidupmu bukanlah tentang aku, tapi hidupku bersumber dari cintamu. **<>**

More details
WpActionLinkContent Guidelines