We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
With You Habib

With You Habib

  • WpView
    Reads 9,520
  • WpVote
    Votes 336
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 19, 2025
WpInfo
Fanfic
RWBY
"Maaf, jika saya dan keluarga saya lancang mendatangi rumah kalian tanpa kalian ketahui. Sebenarnya saya ingin mengkhitbah anak bapak dan ibu, saya sudah berikhtiar dan putri bapak lah jawaban dari ikhtiar saya." "Bismillahirrahmanirrahim, dengan izin Allah dan restu bapak ibu. Saya terima khitbah habib Zakarya." 🎀🎀🎀 "Jadi gini, sebelum maaf kalau membicarakan ini tidak secara langsung. Saya sebagai orang tua Zakarya membatalkan pernikahan ini, karena Zakarya telah saya jodoh kan dengan ning Ros dan besok hari Jum'at mereka akad nikah jangan lupa datang ya. Maaf sekali lagi telah menaruh harapan pada kalian." Jelas Uzzi. "Zi, maksud kamu gimana? Kalau sudah di jodohkan ngapain kalian datang ke rumah saya kemarin?" Entah ide dari mana tiba tiba habib Zakarya berucap, "Tapi kalau Anggun mau saya jadikan madu, nanti saya urus sama Ning Ros." "KAMU GILA? SAYA TIDAK PERNAH MENDUAKAN ISTRI DAN ANAK SAYA, KAMU SIAPA? SAYA TIDAK PEDULI MAU KAMU CEO, HABIB, ULAMA SEKALI PUN JIKA KAMU MENDUAKAN ANAK SAYA, SAYA TIDAK TERIMA." Ucap Khoir menggebu gebu. 🎀🎀🎀 "Anggun, kamu masih ingat aku?" Tanya Ibra sambil menunjuk dirinya. Anggun mengerutkan kedua alisnya, Ibra yang mengetahui kebingungan Anggun pun berkata. "Aku, mas Ibra." Ucap Ibra dangan senyum tipis. Ibra mendekat kearah Anggun, saat akan meraih tangan Anggun tiba tiba dari arah samping Ibra dorong keras oleh habib Zakarya hingga Ibra tersungkur ke samping. "Maksud anda apa?" Tanya Ibra dengan nada tak senang. "Kalian itu belum ada ikatan halal, bukan mahram." "Memang anda siapa? Suka banget ganggu hubungan orang." "Saya calon suami Anggun, setelah Anggun lulus kita akan menikah." Tegas habib Zakarya. "Kenapa? Kaget? Mangkanya kalau sudah dapat wanita seperti Anggun jangan di sia sia kan." Lanjut habib Zakarya dengan nada mengejek. 🎀🎀🎀 Penasaran dengan ceritanya? Yuk buruan baca, jangan lupa vote dan komen. Tetap jaga adab saat berkomentar yaa.
All Rights Reserved
#156
khitbah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menikahinya Dalam Diam (On Going)
  • ZuNaya
  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • SEPUCUK SURAT CINTA
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Lelaki Pilihan Ayah & Lekaki Yg Mengagumi Ku [END]✓✓
  • Assalamu'alaikum Kekasih Impianku [END]
  • Assalamualaikum Imamku
  • Imam untuk Gladysa✓
  • With You Until Jannah √ || End

Zaki Keenan Mahendra adalah anak ke 2 dari 3 bersaudara, ia sempat menuntut ilmu di Mesir selama 3 tahun, Zaki itu orang yang sangat cuek dan dingin kepada perempuan kecuali dengan keluarganya. Zaki memiliki satu Abang yang sudah menikah juga sudah memiliki anak laki laki Kayla nadhifa Habiba adalah anak bontot dari 3 bersaudara yang sangat di sayang dan sangat di jaga dengan keluarganya. Kayla memiliki 2 Abang yang masih single dan sibuk dengan pekerjaannya masing masing "Assalamualaikum umi," ucap laki laki tersebut yang sedang menelpon seseorang "Wa'alaikumusalaam nak," jawab wanita paruh baya di sebrang telepon "kamu sudah sampai nak," tanya wanita paruh baya tersebut "Sudah umi, baru saja sampai," jawab laki laki tersebut "umi yang jemput aku siapa," tanya laki laki tersebut "Di jemput abang sama Abi nak, seharusnya si sudah sampai," jawab wanita paruh baya di sebrang sana "Gitu ya umi, yaudah telepon nya Zaki matiin ya umi, Zaki mau cari Abi sama Abang," ujar laki laki tersebut-- Zaki Keenan Mahendra "Iya nak silahkan," jawab wanita disebrang sana "Assalamualaikum," ucap Zaki setelah mendengar jawaban sang umi "Wa'alaikumusalam nak," jawab wanita paruh baya tersebut. setelah salamnya di jawab Zaki pun mematikan teleponnya. Saat ini di dalam salah satu rumah di jakarta sedang adanya rengekan dari anak perempuan yang kurang lebih sudah berumur 19 tahun, dengan tinggi badan 165 cm. Anak gadis itu sedang merengek agar liburnya di perpanjang "Bunda, pulangnya Minggu depan aja," rengek gadis tersebut "Gabisa sayang, bunda izinnya hanya 3 hari dan besok pagi kamu sudah harus kembali ke pondok," sahut wanita paruh baya yang di panggil bunda dengan anak gadis tersebut. "Bundaa, tolong lah kali ini aja ya pliss," rengeknya dengan mata memelas yang sudah berkaca kaca seperti ingin menangis menatap sang bunda "Gabisa sayang, sudah ya kamu besok kembali ke pondok," kekeh sang bunda

More details
WpActionLinkContent Guidelines