747 Days

747 Days

  • WpView
    LECTURAS 100
  • WpVote
    Votos 17
  • WpPart
    Partes 8
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, ago 20, 2023
Sabira, mas harus pergi. Terimakasih telah memberikan cintamu dengan tulus. Jika suatu saat nanti sudah tidak ada lagi ruang untuk mas, tolong sisakan sedikit saja, sedikit ruang untuk mas tinggal di hatimu. Kutipan surat itu berhasil membuat seorang Afida Zianka Sabira menangis sesenggukan. Dia telah kehilangan rumah, rumah tempat dia pulang. "Mas, hal yang paling bahagia dalam hidupku adalah 747 hari bersama kamu." Afid memandang surat itu penuh kehangatan, seraya tersenyum manis dan menitikkan air mata. *** please follow & vote☺️🙏🏻
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Cahaya Bulan April [Selesai]
  • I love you, Mas Duda
  • You're My Alhamdulillah
  • My Precious Husband
  • Halycon
  • GARIZAH JAUZA (END)
  • Surat Cerai EDISI REVISI [TAMAT]✔️
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Bumi Kaffah [End]

• Third Literary Works • *** Zivian menghela napas. "Kamu salah paham. Saya dan Ara sudah tidak mempunyai hubungan apa-apa lagi. Kamu lupa? Ara sudah menikah." Afara mengangguk. "Aku ingat, tetapi tidak ada yang mustahil." "Kamu benar, tidak ada yang mustahil. Bahkan, mencintaimu secepat ini adalah sebuah kemustahilan." Afara melongo dan menatap bingung. Apa pria ini tidak bisa berbasa-basi? Mengucapkan semuanya secara gamblang sangat tidak baik untuk kesehatan jantung Afara. *** Cinta hitungan hari, apa bisa bertahan hingga maut memisahkan? # Finish : Juli 2021 # Don't copy my story 🐾

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido