Evanescent [TERBIT]

Evanescent [TERBIT]

  • WpView
    Reads 1,385
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadComplete Fri, Sep 29, 20232h 20m
Dipindah tugaskan ke rumah sakit yang berada di tanah kelahirannya, membuat Davian kembali dipertemukan dengan kedua orang tuanya setelah sekian lama merantau, tak hanya itu ia juga dipertemukan dengan seorang gadis yang kini menjadi pasiennya dihari pertama menjalankan tugas sebagai seorang psikiater. Bellova namanya, seorang gadis pengidap depresi yang sejak pertama kali bertemu sudah membuat Davian merasa penasaran dengan latar belakang kehidupannya, firasat yang kuat, meyakinkan Davian bahwa gadis itu mempunyai ikatan hubungan dengannya. Karena rasa penasaran seorang Davian begitu besar, semakin mengenal Bellova, semakin berubah pula hidupnya. Banyak tacenda yang terungkap, membuat semua yang runyam menjadi jelas. Begitu juga dengan sebuah kisah, yang awalnya berupa kerangka, kini telah menjadi narasi berdialog. "Aku merindukan panggilan istimewamu." ___ Start : 12 Juni 2023 Finish : 29 Juni 3023 WriLeTo 25 days Terbit di penerbit CMG Bekasi
All Rights Reserved
#23
narasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Graffiti, Sire
  • Pembaca yang Tahu Segalanya [Vol. 04]
  • HADRYANA  DAHLIA | C | SS
  • Love Found Away - Season 1
  • Asmaraloka Saptakāla
  • My Best Mama
  • ᴘᴀᴘᴀ ꜱᴀɢᴀ
  • KAEL RIDZWAN ARISHA'S TREASURE (OG)
  • Roboheart: Awakening Humanity [END]

Tubuhku selalu dalam keadaan kedinginan jika berada di Fenchurch, sebuah jalan yang cukup historis di sisi timur kota London. Sprektrum warna langit dan terkadang pelangi yang membentang di luasnya cakrawala menjadi penemanku. Dapat kupastikan, tujuanku ke sana hanya untuk mencari kedua raga tak bertanggung jawab, menyusuri setiap wajah, sampai akhirnya perjalananku tidak lagi sendirian. Seolah itu keadilan alam, aku bertumpu penuh padanya, ratu kecantikanku. Namun, perlahan perjalanan ini digerogoti waktu. Hingga mereka yang baru saja kuanggap putaran kewarasanku--yang membuat warna duniaku lebih jelas itu... terasa tak pernah sejauh ini. "Setiap orang layak bahagia, termasuk kau," Dia bilang begitu. "Jika tidak?" Aku menyahut dengan rahang yang mengeras. "Bahagiamu di ketenangan putih yang diciptakan Tuhan." Dan saat itu, aku tak percaya. Tidak pada Tuhan, tidak pada penanggung jawab rasa sakit. Akankah kalian membantuku? Aku Gray Robbin. --DONT TOLERATE PLAGIARISM!-- ©belliotte ©Mei2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines