Khayalan Mustahil - Dear Diary

Khayalan Mustahil - Dear Diary

  • WpView
    Membaca 319
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Sep 24, 2023
Aku seorang ibu rumah tangga yang sudah menyentuh usia kepala 3. Aku hidup berdua dengan suamiku karna kami belum dikaruniai anak. Tetapi aku tetap merasa beruntung memiliki suamiku. Aku bisa hidup berkecukupan tanpa harus bekerja. Aku biasa berkerudung di tempat umum dan berpakaian tertutup. Aku merasa wajahku tidak cantik, apalagi sudah setua ini. Bentuk tubuhku tidak ideal, lebih cenderung montok, tidak langsing. Aku bersyukur suamiku menerimaku apa adanya. Sejujurnya, aku merasa tidak pantas menjadi istrinya. Aku merasa bersalah karena tidak bisa menjadi istri yang baik untuknya. Diary ini adalah tempat aku menulis kejadian apa saja yang membuatku merasa begitu.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Diary the Jungie Family; How did This Family Begin? [TAEKOOK•AU]
  • Rumahku, di Hatimu (The Beginning of Undeniable Love Series)
  • MY SWEET BODYGUARD [TAMAT]
  • It's A Secret for My Husband
  • May am I ???
  • THEORUZ
  • Membawa Lari Sang Bidadari
  • Lubuk Aksara
  • Langkah baru bersama mu
  • Azkiya Puteri Prayoga
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • DEFEND US
  • Ratu Dan Pangeran [End]
  • Ayah Tanpa Nama
  • He's The Boss
  • My Lecturer My Future
  • Fase dalam Lingkaran [Selesai]

"Thank you for being a cherished chapter in my journey, and thank you for graciously including me in the beautiful story of yours." *** 19 tahun usianya kala itu saat desakan keluarga dan keadaan mengharuskannya untuk pergi dari rumah dan mempertanggung jawabkan atas kesalahan yang dia lakukan bersama dengan prianya. Keberkahan yang dilabeli tittle salah karena tak sengaja mengizinkan satu nyawa kecil untuk tinggal didalam perut. Tidak mudah. Susah. Guncangan besar baginya diusia muda karena dituntut untuk mengurusi keluarga itu membuat dia seperti mendapat kejatuhan hingga dia tenggelam dalam lautan tanggungjawab jawab besar. Membesarkan bayi itu tidak mudah. Merawat nyawa kecil yang berisik setiap saat itu tidak mudah. Menjadi ibu muda itu tidak mudah. Mengorbankan banyak mimpi dan hidup dalam hunian dengan nama keluarga baru yang sedang berusaha mekar juga tidak mudah. Tetapi di atas segala ketidakmudahan yang mengikat selalu saja ditemukan, dirasakan, dan didapati bagaimana alirasan perasaan hangat setiap kali dia melihat bagaimana prianya dan bayi kecil itu tersenyum dan memanggil dirinya kompak dengan sebutan; rumah. Sampai akhirnya dia bisa lepas dan ringan mengakui bahwa memang seperti inilah jalan hidup yang harus ditempuhnya. Seperti ini alur garis takdir-takdir Tuhan yang diperuntukkan untukknya. Membina keluarga lebih awal yang awalnya tak dia inginkan, malah seiring waktu berkembang menjadi keluarga besar yang banyak menebar hangat dan kebahagiaan untuk banyak orang. Start: 150723 End: 170923

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan