Selaksa Luka Aisyah Fizzo

Selaksa Luka Aisyah Fizzo

  • WpView
    Reads 871
  • WpVote
    Votes 45
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 27, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
"Kamu terluka karena Dia, terus kamu ngelampiasin rasa sakit kamu ke aku, istri kamu yang bahkan pada saat itu belum mengenal kamu. Lantas, apakah menurut kamu itu adil buat aku?" tanya Aisyah seraya menunjuk dirinya sendiri, netranya memerah dengan genangan yang sudah mengalir membentuk aliran sungai di pipinya. Tarikan nafasnya terdengar kasar, dadanya naik turun menahan kemarahan juga kekecewaan yang begitu besar. "Kalau aku tahu kamu enggak benar-benar cinta sama aku, enggak benar-benar sayang sama aku, enggak benar-benar tulus sama aku, enggak mungkin aku mau menikah sama kamu." Aisyah menelan salivanya kasar, tenggorokannya terecekat. Sakit yang dirasakannya seperti akan meleburkan hatinya. "Secinta apapun aku sama kamu, seingin apapun aku bersama kamu, enggak akan pernah aku mau dinikahi kalau hatimu tak sepenuhnya untuk aku," ucapnya lagi yang membuat Firman terdiam menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan. "Kamu tahu? kamu bukan saja menyakiti hatiku, tapi kamu juga sudah merendahkan aku dengan terus memikirkan wanita lain padahal kamu sudah menjadi suami aku." Setelah mengatakan semua unek-uneknya, semua rasa sakit yang mengganjal di hatinya, Aisyah membalikkan tubuhnya meninggalkan Firman yang masih terpekur dalam diamnya.
All Rights Reserved
#127
airmata
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AKU TAK PERCAYA CINTA, AYAH! (TAMAT)
  • Secangkir Teh
  • BLOOD FLOWERS
  • Coming Home (CABACA.ID)
  • The Best Ending [ END ]
  • TAK BERSAMBUT
  • Promise Me ( END )
  • Love And Hurts (SELESAI)
  • Full Of Scratches
  • Dendam Dan Cinta

"Aku nggak tahu, dari mana semuanya menjadi retak dan berantakan seperti ini. Yang kuingat, hanya ada satu titik ketika hidupku berubah drastis. Ibuku pergi meninggalkan rumah bersama dengan lelaki lain. Meski ayahku tegar dan tabah, pada akhirnya dia menyerah dan menikah dengan wanita pilihannya. Brian, adalah satu-satunya tempat dan rumah terakhir yang aku harapkan. Tetapi, dia pun juga menorehkan luka yang tak bisa kumaafkan. Aku tak lagi percaya pada cinta, Ayah. Tak lagi." ~ Serena Azura Auliana~ :+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+ Serena telah kehilangan kepercayaannya pada cinta. Semua orang yang pernah ia cintai, yang begitu ia percayai dan anggap berarti dalam hidupnya, ternyata dengan mudah menghianati cinta itu. Hatinya hancur berkeping-keping. Bukan sekadar patah-tapi benar-benar remuk, hingga tak tersisa apa pun selain reruntuhan yang menyakitkan. Tak ada lagi yang tertinggal, kecuali kekecewaan yang dalam, dan trauma yang perlahan menggerogoti jiwa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines