Irreverence Boy That I Love

Irreverence Boy That I Love

  • WpView
    Dibaca 2
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Jun 2, 2023
WpInfo
Fiksi
Romansa
"Kayanya.. kita putus aja, Yor." "P-putus? Sebentar.. kita kan emang ga paca.." Kalo aku lanjutin kalimat ini, pasti Arvi makin sedih deh. Selama seminggu ini aku udah sedikit kasar sama dia. Apa gara-gara itu dia minta putus?. Anak ini kenapa sih? Kemarin tiba-tiba deklarasiin kita pacaran, sekarang tiba-tiba juga mutusinnya, sakit ni anak!. Eh ini apa? Aku nangis? Didepan dia? Hell No! Bodoh banget Yori! Stop! Bikin malu ah!
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Antara Pagar dan Perasaan
  • NARA ( END )
  • Andira [End]
  • Mencintaimu (Lagi) SEGERA TERBIT
  • TAUSENDSASSA [COMPLETED]
  • Dinamika Ditengah Arus Waktu
  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • coward
  • Sincere (Nara)
  • Hello Alin | ✔

Arvino Reyhan Dirgantara - atau Ehan, dikenal sebagai cowok kalem, sedikit dingin, dan susah ditebak. Sementara Azalea Vianita Anjani - atau Aza, cewek ceria tapi gengsian, selalu punya jawaban sarkas untuk semua hal yang berbau romantis. Mereka duduk di kelas yang sama. Satu sekolah. Satu lingkungan. Bahkan... satu gang rumah. Hubungan mereka? Jauh dari kata akrab. Saling lempar pandangan malas tiap papasan. Saling sindir kalau disuruh kerja kelompok bareng. Dan saling tutup telinga soal gosip yang nyebar soal "cocok-cocokan" dari teman sekelas. Tapi segalanya berubah saat hujan turun deras di suatu sore, dan satu payung mempertemukan mereka di bawah langit abu-abu. Sedikit demi sedikit, percakapan yang awalnya dingin mulai menghangat. Tatapan yang awalnya biasa, jadi terasa beda. Masalahnya? Mereka terlalu gengsi untuk jujur soal perasaan masing-masing. Di antara pagar rumah yang hanya dibatasi semak kecil, dua hati diam-diam tumbuh rasa - meski belum siap untuk mengakuinya. ---

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan