Arus Waktu (Oneshot)

Arus Waktu (Oneshot)

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Wed, Jun 14, 2023
Alisa adalah seorang gadis ceria yang ambisius tetapi juga sangat mudah terpukul dengan kesalahan apapun yang dilakukannya. Sampai pada suatu saat, dirinya melakukan kesalahan fatal yang membuatnya sangat terpukul. Beberapa tahun berlalu, tiba tiba Alisa didatangi oleh seorang pria yang misterius dan dibawa ke dunia antah berantah. Siapakah sebenarnya orang misterius yang membawa Alisa? Dan dengan tujuan apa?
All Rights Reserved
#417
shortstory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Silent Boyfriend [SELESAI]
  • Transmigration : Aluna Side Story
  • ALZEA : FEATURED SOULS [END]
  • GENEVIÈVE
  •  Alisa [END]
  • HEART OF FIRE [End]
  • Anxiety
  • Kehidupan Ketiga Untuk Alisha
  • Misteri Lorong Di Tingkat Tiga

"Boyfie sialan! Gue benci lo! Gue sumpahin lo bisu beneran! Kita putus!" ... Kejadiannya sudah lama sejak Alisa bertemu pacar misteriusnya. Hari itu, masih melekat jelas dalam ingatan Alisa saat pertama kali mereka bertemu. Kala itu, Alisa terjatuh saat bermain arung jeram, terbawa arus hingga akhirnya ia terkulai lemah disisi sungai. Dalam keadaan gelap dan dingin yang hampir membunuhnya, Alisa bertemu Joan untuk pertama kalinya. Alis, mata, hidung, bibir, dan rahangnya nyaris seperti pahatan terindah dunia. Sempurna. Kecuali satu, suaranya. Bahkan setelah dua tahun berpacaran, Alisa belum mendengar suara Joan barang sedikit saja. Sebenarnya, hubungan ini dimulai karena sebuah ketidaksengajaan atas apa yang Alisa ucapkan secara spontan. Di hari ketiga usai di tolong, Alisa kesal karena belum mendengar suara Joan padahal cowok itu tidak bisu. "Kalau lo gak ngomong juga, kita pacaran!" Alisa berujar marah kala itu. Joan termangu, namun selanjutnya cowok itu mengangguk dan memeluk Alisa. "W-oy, gue becanda, Lepas!" Joan menggeleng, menatapnya seakan mengatakan; "𝘕𝘨𝘨𝘢𝘬 𝘢𝘥𝘢 𝘱𝘦𝘯𝘢𝘳𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘵𝘢, 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘱𝘢𝘤𝘢𝘳𝘢𝘯!" God! Hari itu, hari tersial sekaligus hari paling memalukan bagi Alisa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines