Nothingness

Nothingness

  • WpView
    Reads 361
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 10, 2026
"Entah sampai kapan gue harus melewati masa-masa ini." -Della Anjani Sebagai sosok wanita yang mandiri, kadang Della juga merasa iri dengan para sahabatnya yang sudah memiliki teman hidupnya masing-masing. Tidak munafik karena ia pun sebenarnya membutuhkan seseorang dalam hidupnya. Della hanya bisa berharap momen indah itu akan menghampirinya juga. "Shit! Apa ini karma buat gue?" -Kemal Fahrezi Kemal tidak bisa memejamkan matanya saat mendapat kabar bahwa orang yang dicintainya akan dilamar sang kekasih. Ya, cinta Kemal memang bertepuk sebelah tangan. Kemal harus ikhlas untuk melepaskan perempuan itu bahagia dengan pilihannya. Sanggupkah Kemal untuk menjalani harinya yang selalu berdampingan dengan si pusat kecewanya? ------------------ P.S. for better experience baca dulu Happier Than Ever.
All Rights Reserved
#318
sahabat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BULAN (END)
  • Memories in Moon
  • Epilog Tanpa Prolog
  • Because I'm Stupid (End)
  • SHETAN
  • Di Jodohin [ Lee Jeno ]
  • Love Led Me To You ⏩ You Show Me The Way Back To Your Heart
  • Karena Kamu Rumahnya
  • For You ~ Still remember? [COMPLETED✔PROSES REVISI]
  • VAGALDARA [TERBIT]

Bulan sosok yang terlahir dengan sejuta kasih sayang, namun pada ahkirnya ia kehilangan sejuta kasih sayang tersebut. Takdir mempermainkan dirinya dengan baik, menyisakan kesedihan di dalam kehidupannya. Menyisakan goresan-goresan yang tidak ia ketahui kapan goresan tersebut akan menghilang, hingga ahkirnya membawa pemeran lain ke dalam kisahnya. Seorang pria yang terlihat dingin_Max. Keduanya hidup dalam permainan takdir yang sama, membawa keduanya kedalam hubungan yang sangat sulit untuk dipahami. Mengharuskan keduanya menjalani takdir agar mendapatkan ahkir dalam cerita keduanya, namun siapa sangka jika takdir akan kembali mempermainkan keduanya dengan tamparan yang lebih kuat lagi. Membuat semuanya kembali terluka dengan alasan yang sama. Takdir kembali berulah,,, "Mama menjebak aku?" Tanya Bulan dengan raut wajah yang tidak bisa di katakan lembut, raut wajahnya penuh dengan marah. "Sayang dengarkan Mama, Mama akan menjelaskan semuanya." Bujuk wanita paru baya_Vivi yang mencoba memegang tangan menantunya. "Jangan sentuh aku." Teriak Bulan sambil menangkis tangan mertuanya. "Jaga tingkah kamu. Dia Mamaku!" Teriakan pria itu begitu lantang dan hanya di tanggapi senyum kecewa oleh Bulan. "Kamu sama saja Max, aku sangat membenci kalian." Ucap Bulan dengan mata yang memancarkan masih memancarkan kekecewaan, tapi percayalah rasa kecewa yang ia rasakan kini lebih besar dari dari pada rasa amarahnya. . . . . Bulan & Max Selesai Revisi Jumat 13 November 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines