memo(we)ries

memo(we)ries

  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 21, 2024
"Dari awal, kita memang sudah berbeda, Pra." "Apa yang berbeda, La?" "Kamu punya banyak pensil warna untuk kamu beri kepada manusia-manusia disekitar kamu untuk mewarnai hidupmu. Sedangkan aku, aku nggak punya pensil warna. Aku nggak bisa membuat mereka mewarnai hidupku, sekalipun itu kamu." "Gue nggak peduli, La. Gue akan tetap mewarnai hari-hari lo pakai pensil warna seadanya yang gue punya." Bagi Praya, dunia itu terlalu luas untuk menilainya hanya seperempat. Sedangkan bagi Lula, dunia itu terlalu kelabu untuk merubahnya menjadi indah.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PACARNYA BOO (Sudah Terbit)
  • PACARNYA LOU
  • THE VIP : GOLDEN HIGH SCHOOL
  • Langit Dara [End]
  • The Second Chance
  • Aku Adalah Milikmu
  • Perihal Waktu

Satu hari sebelum mawar putih layu dia pernah berkata, "Jangan takut kehilangan. Karena sejatinya hidup adalah tentang kembalinya ke pelukan Tuhan." Saffiyah adalah gadis yang menduduki peringkat akhir di sekolah hal itu membuat Saffiyah mendapatkan perlakuan kasar dari sang Papa. Disatu sisi dia juga bahagia bisa menjadi pacar dari cowok paling pintar di sekolah. "Boo?" "Ya." "Saat aku udah nggak kuat untuk bertahan. Aku mau kamu tetap jadi Boo yang aku kenal. Jangan pernah berubah dan jangan pernah menyepelekan hal kecil yang membuat kamu kehilangan. Karena kamu nggak tahu kalau hal kecil yang kamu abaikan bisa menjadi penyesalan kamu." "Saf?" "Boo, aku udah nggak kuat. Sakit banget rasanya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines