Call It What You Want

Call It What You Want

  • WpView
    مقروء 395
  • WpVote
    صوت 36
  • WpPart
    فصول 1
WpMetadataReadللبالغينمستمرّة
WpMetadataNoticeآخر تحديث: ثلاثاء, فبر ٢٥, ٢٠٢٥
"No one can be perfect all the time, Ram. Kamu tahu, kenapa mereka semua memperlakukan kamu seperti itu?" Parama menghela nafas. Sebenarnya, niatnya untuk pergi dari ruangan itu udah terkumpul sejak lima menit yang lalu. "Ya, karena mereka benci aku, La." "Bukan." Arunala sedikit menyeringai. Parama yang sudah bangkit dari duduknya, kini tertahan. Arunala memintanya untuk kembali duduk. "Karena kamu nggak sesuai dengan harapan mereka." Hening. "Menjengkelkan memang. Tapi, itu fakta, Ram. Orang lain selalu berpikir bahwa mereka tahu tentang diri kita, dan jadi menaruh harapan besar ke kita, bahkan sampai kita merasa seperti punya hutang ke mereka." Parama tertegun. "You do you, Ram. You don't owe anyone, anytime, or anything. Even just one damn thing." - Call It What You Want adalah karya saya yang keempat. Cukup berbeda dengan karya saya sebelumnya, ini menceritakan dua orang penyendiri yang dijuruskan untuk bersama-sama menghadapi suatu masalah dengan sudut pandang yang berbeda. Tapi, siapa sangka, di balik sudut pandang yang mereka pikir nggak akan pernah bisa selaras, mereka justru menemukan satu hal yang membuat mereka sama-sama bertahan dan menguatkan.
جميع الحقوق محفوظة
انضم إلى أكبر مجتمع لرواية القصص في العالماحصل على توصيات قصص مخصّصة، احفظ قصصك المفضلة في مكتبتك، وقم بالتعليق والتصويت لتنمية مجتمعك.
رسم توضيحيّ

قد تعجبك أيضاً

  • Erlangga
  • Alenara; Living in a Fairy Tale
  • L.O.S.T Don't Know How to Love
  • 𝐄𝐥𝐝𝐢𝐫𝐚 || [Greshan]
  • Christian & Marsha (S2)
  • WAKE UP, LOVE (TAMAT)
  • zeandra dan Marsha...
  • TAKDIR ANGELINA CHRISTY (END)
Erlangga

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?

تفاصيل إضافية
WpActionLinkإرشادات المحتوى