Maaf kalau kurang menarik atau terlalu klasik ini cerita pertama ku
" kenapa gue harus mikirin perasaan orang, itu salah orang nya aja yang salah nanggapin ucapan gue " rayana_
***
" gue pikir lo itu beda, ternyata lo sama aja kayak sampah " tari_
" gue gk nyangka lo tukang tikung " citra_
" gue kok gk nyangka lo sejahat ini Ray" fani_
" kenapa ray kenapa lo kek gini, gue tau ini bukan lo kan " putri_
dd
Banyak pertanyaan maupun pernyataan yang di berikan untuk nya yang dia lakukan hanya diam dan memberi tatapan biasa saja seolah mereka hanya angin.
" Cih, percuma ngomong sama orang kayak dia gk ada gunanya juga " intan_
"Mending kita cabut kuy " zahra_
Mereka pergi, satu tetes air mata jatuh darinya, dia RAYANA CALISTA . Yg awalnya berdiri tegak sekarang duduk di lantai seperti orang yang tidak punya kehidupan, meratapi kepergian mereka dari belakang.
" Maafin gue "
" Maaf"
" Bukan gue yang deketin dia tapi dia yang deketin gue "
" Gue emang suka, tapi gk cinta "
Telat semua sudah pergi tidak akan ada yang mendengar kannya.
***
" Tolong selamatkan anak saya "
" Rawat dia seperti anak mu sendiri "
" Saya mohon ".p
***e
" Pilihan npya hanya dua, menikahp dengan anak saya atau kamu kamip
masukkan penjara" Aprnold_
***
" Gue gk akan pernah nerima lo dalam kehidupan gue "alan_
***
" Gue harus apa cil ? Bertahan tapi tidak dianggap atau menyerah tapi tidak menepati janji "raya_
***
" Lo enk di sana lah gue di sini menderita, eh tapi gak sih hidup gue emang udah menderita dari dulu " Raya_
***
Maaf kalau ada kesamaan dalam cerita 🙏🙏
All Rights Reserved