RECHARGE ENERGY

RECHARGE ENERGY

  • WpView
    Reads 326
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 7, 2023
Dunia ini tempat ujian. Apalagi jika seorang ANAK PERTAMA PEREMPUAN TUNGGAL. Ditambah umur sudah mendekati 30an dan belum memiliki pasangan. Hal itu dianggap beban pikiran bagi tetangga dan keluarga besar Jani. Hidup di lingkungan bersama dengan orang yang terlalu peduli dengannya, terlebih mempunyai bos yang Maha Instan membuatnya harus mempunyai Mental yang ekstra. Beruntungnya masih memiliki teman - teman yang waras untuk sekarang, belum tau nanti. Hidup selalu begitu, dirinya begitu santai menikmati hidup sementara orang lain yang terlalu berisik. "Jani Kapan nikah?" "Kalo engga sabtu ya minggu Bude" Akankah kesabarannya bertambah? Atau malah perlu Tenaga tambahan?
All Rights Reserved
#763
wanitatangguh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • After We Got Married
  • PUT YOUR BEST FOOT FORWARD (COMPLETED)
  • Om, Ayo Nikah!
  • RAISE THE BAR (COMPLETED)
  • TOUCHED (End)
  • Merawat Istri Sang CEO
  • Get Married Now!
  • DEAR SOPHIA
  • A-KU & A-MU

"Menikahlah dengan saya, Jingga." Kalimat itu datang dari seseorang yang tak pernah ia duga. Arsenio, lelaki asing yang tiba-tiba menawarkan diri menjadi suaminya. Jingga tak punya banyak pilihan. Demi memenuhi permintaan terakhir ayahnya yang sakit parah, ia menerima lamaran itu tanpa tahu apa yang sedang menantinya. Ia tahu risiko dari pernikahan tanpa cinta. Ia siap jika hidup tak berjalan sesuai harapan. Tapi ia tak pernah membayangkan bahwa pernikahannya justru akan berubah menjadi ladang teka-teki yang penuh kejutan. Arsen bukan suami ideal. Ia misterius, tak terduga, dan menyimpan sisi-sisi gelap yang perlahan terkuak. Bersamanya, hidup Jingga tak lagi stabil. Hidup Jingga penuh konflik, kebingungan, dan perasaan yang tak bisa ia kendalikan. Ketika cinta mulai tumbuh di antara mereka, Jingga dihadapkan pada pilihan, bertahan dalam pernikahan yang penuh tanda tanya atau pergi demi menyelamatkan diri. "Kita berpisah aja, Mas," lirih Jingga. "Nggak! Saya nggak akan melepaskan kamu, Mara!" tegas Arsen.

More details
WpActionLinkContent Guidelines