RECHARGE ENERGY

RECHARGE ENERGY

  • WpView
    LECTURES 325
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Chapitres 7
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., nov. 7, 2023
Dunia ini tempat ujian. Apalagi jika seorang ANAK PERTAMA PEREMPUAN TUNGGAL. Ditambah umur sudah mendekati 30an dan belum memiliki pasangan. Hal itu dianggap beban pikiran bagi tetangga dan keluarga besar Jani. Hidup di lingkungan bersama dengan orang yang terlalu peduli dengannya, terlebih mempunyai bos yang Maha Instan membuatnya harus mempunyai Mental yang ekstra. Beruntungnya masih memiliki teman - teman yang waras untuk sekarang, belum tau nanti. Hidup selalu begitu, dirinya begitu santai menikmati hidup sementara orang lain yang terlalu berisik. "Jani Kapan nikah?" "Kalo engga sabtu ya minggu Bude" Akankah kesabarannya bertambah? Atau malah perlu Tenaga tambahan?
Tous Droits Réservés
#60
wanitatangguh
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Crazy Marriage
  • FOREVER YOURS REGARDLESS
  • Om, Ayo Nikah!
  • TerraCotta (Completed)
  • Beyond The Limit | TAMAT ✔
  • coward
  • Lemons ✂ - - -
  • A-KU & A-MU
  • CINTA YANG NYATA

Ambar dan Romi membuat kesepakatan untuk menerima perjodohan mereka. Demi bisa hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, mereka menikah, tapi sepakat untuk melanjutkan hidup masing-masing. "Mending gitu sih emang. Mana tahu kalau tinggal berdua gue khilaf ngapa-ngapain lo ye kan," kata Ambar, "gue mesum soalnya," tambah wanita itu, sambil mengedipkan sebelah mata. "Gila," gumam Romi. Tak acuh, ia kembali berjalan. ______ Sayangnya, tragedi "bayar listrik" memaksa mereka untuk tinggal serumah. Satu rumah hanya berdua, tapi gaduhnya bisa luar biasa cuma karena kecoak atau celengan pecah. Niat hati ingin hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, ternyata tidak semulus itu, Esmeralda. "Gila lo, Mbar." "Awas lo ya, Rom ...." "Mau ngapain?" potong Romi, tak gentar. "Mau gue perkosa." "Gue buntingin lo kalau berani perkosa gue," balas Romi justru menantang. "Buntingin sini kalau berani!"

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu