Don't Feel

Don't Feel

  • WpView
    reads 1,707,332
  • WpVote
    Stemmen 150,298
  • WpPart
    Delen 57
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd woe, apr. 1, 2026
Saat membuka mata Luhan sudah berada di tengah hutan. Tidak usah memikirkannya lagi, sudah pasti ia di buang Luhan menghela napas, ia kembali menutup matanya. samar-samar ia mendengar langkah kaki mendekat. "Hey boy, kenapa ada di tengah hutan. Ini sudah malam" "Di buang" "Jadi anak Daddy mau ?" Luhan membuka matanya dan melihat pria berpakaian rapih yang berdiri di depannya. "oke" Dimulailah kehidupan Luhan yang baru menjadi anggota termuda keluarga Rodriguez. cerita baru. Monggo barangkali minat, jangan lupa klik tambahkan ke library. hehe foto diambil dari google
Alle rechten voorbehouden
#7
luhan
WpChevronRight
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • Petualangan Rui (Rui Untuk Dominic 2)
  • Transmigrasi Bunda
  • (End) Athanasia Wagner 2 : Seven Lights
  • ALVASANDRA
  • Don't you miss me?
  • Adelio
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Fixing the Broken ✓

Musuh Dominic berhasil menyelinap kedalam Mansion, dan bermaksud menculik salah satu dari sikembar. apa yang terjadi dengan informasi nya, informasi yang diterima penculik kalau sikembar hanya kembar 2, tapi yang dilihat si pencuri adalah 3 bayi yang besarnya juga pakaian mereka sama. Karena buru-buru dan takut ketahuan, sipencuri mengambil anak yang ditengah. Keluar dari Mansion melalui jalan rahasia. Penculik : tunggu, kenapa rambutnya warna biru? Rui yang jalan-jalan keluar dari markas penculik : Cuda Lui duga, Lui macuk icekai. Watu na peltu alang q(❂‿❂)pq(❂‿❂)pq(❂‿❂)p Orang orang yang lewat dan melihat Rui : karung mana karung (ʘᴗʘ✿)

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen