Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
PAPPER MINT

PAPPER MINT

  • WpView
    Reads 1,584
  • WpVote
    Votes 257
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 17, 2023
Mengisahkan tentang seorang Gadis lima belas tahun, Amanda Nadhira yang mana di malam ulang tahun keenam belasnya harus terjebak dengan permainan Kakak kelas dan Sahabat baiknya, Candra Adrian. Mereka membuat sebuah pertaruhan, di mana Amanda dijadikan sebagai bahan taruhan. Suasana semakin tegang, di saat Kakak kelas perempuannya berkata dengan lantang, "Lo bisa tidur ama dia kalo lo menang," pada sosok misterius yang tertarik dengan tawaran tersebut. Apakah malam pemula enam belas tahun Gadis itu akan menjadi malam petaka, ataukah awal dari kebahagiaan hidupnya? Cari tahu kisah seru mereka di Papper Mint, karya Amanda Do Rara. ⁽⁠⁽⁠ଘ⁠(⁠ ⁠ˊ⁠ᵕ⁠ˋ⁠ ⁠)⁠ଓ⁠⁾⁠⁾ Cover ilustrasi: Zipcy
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • He's My Best Friend [END]
  • CANDRA [END]
  • AZURA (END)
  • KALANDRA with ES [END]
  • ALBARES MADAGASKAR (END)
  • AKALA ; My heart beats for Miss
  • VANILA ANASTASIA [ TERBIT ]
  • Bersaing atau Bersama? Pilih Satu!
  • Arsyilazka
  • BULAN [Selesai]

Sudah [Tamat] ⚠️HARAM PLAGIAT" Aku nggak pergi. Aku hanya ada di hati kamu untuk sekarang,besok,dan selamanya," "I love you, Aretha Nararsya. You are the only one and forever." Aretha teringat kembali memorinya dengan Kara dan masih mengingat dengan jelas tatap teduh dari cowok itu. dia tersenyum hangat. Kemudian berkata "I love you Saskara Arkana. You are in my heart for now and forever." Aretha menatap makam itu dengan senyum hangat, lalu dia berdiri kaget melih Alva dengan tatap kosong sambil menarik tangannya memasangkan sesuatu di tangannya. "Dari Kara. Jangan untuk selamanya sampai mendapatkan cinta yang sejati. Simpan baik baik jika telah menemukan cinta itu." "Ayo sekarang kita ke bandara," ajak Alva mengulurkan tangannya pada Aretha. Aretha menerima tangan Alva tanpa sadar air mata itu lolos dari pertahanan kelopak mata Aretha. Semeliar angin menerpa wajah seorang menangis tertahan, dia masuk kedalam mobil matanya masih tertuju pada gundukan tanah itu walaupun mobilnya sudah berjalan jauh. "Aku tunggu kamu kembali dengan versi yang berbeda." _Saskara Arkana Krismantara_

More details
WpActionLinkContent Guidelines