Dewi Ganggi, Antara cinta dan relung waktu

Dewi Ganggi, Antara cinta dan relung waktu

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Jun 6, 2023
WpInfo
Fiction
Horror
Bagaimana jika seorang yang sedang menikmati kehidupan dan pekerjaan-nya di bidang seni tiba-tiba harus tertarik arus waktu yang mundur kebelakang? akibat sebuah lukisan tahun lama yang telah usang. "Kang mas?kang mas rejo, mengapa? mengapa kang mas mengingari janji itu kang mas! janji yang kita buat bersama" serayu indah suara pelan namun mengisyaratkan kekecewaan dan penuh dendam itu terus saja berdengung di ruang otak nata. "Siapa rejo? siapa yang di sebutkan wanita itu di mimpiku? aku bukan seseorang yang dia maksut tapi..." nata bergumam dengan pikiran nya sendiri, "Tapi mengapa hati ini ikut merasakan kesedihan mendalam dan aku harus menolong nya?" "Selalu kutunggu janji-mu kang mas, kau hanya miliku dan selama-nya aku akan menunggumu datang kepadaku" lagi-lagi suara itu muncul di relung otaknya bersamaan dengan oktaf yang berbeda. "Siapa rejo dan apa hubungan-nya dengan aku?" tanya nata di lamunan-nya Dikarang dan ditulis oleh Anggara G. Karya ini adalah murni dari ide dan pemikiran penulis, cerita ini adalah karya fiksi bertema kan horor romance dan sedikit menelisik adat jawa jadi silahkan menikmati
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Catatan Hijrah
  • RUMAH SINGGAH ✔️
  • The Miracle Of Crystals
  • Lembayung Terakhir
  • TVSL - The Villainess's Second Life
  • Garis Singgung Dua Dimensi (END SEASON)
  • Duranta Repens

CATATAN HIJRAH. "Lo tadi pagi salat subuh di mana?" Kubuka mataku, tapi tidak fokus padanya. Satu detik, dua detik, lima, enam, sepuluh. Akhirnya aku menoleh. Ibas menatapku dengan binar yang tak kumengerti. Sepasang bibirnya mengatup. "Salat subuh itu sebagai kepala dalam ibadah. Mau lihat seseorang, lihat dari subuhnya." Kini dia bengong. Apa dia tidak tahu? "Lo salat, kan?" "Lo bisa baca Alquran? Bukan, bukan sekedar baca, tapi benar mahkrojul hurufnya juga. Yang penting tajwidnya." "Lo muslim bukan, sih? Lo tahu kewajiban seorang muslim, kan?" Kini keningku berkerut. "Dalam islam, pacaran itu haram hukumnya," bisikku mendekat padanya. Aku harap cuma dia yang dengar. -NADA * Sekian tanya itu membuat Ibas bungkam. Apa yang akan dia lakukan untuk menakhlukkan hati gadis yang malah tertawa saat dia tembak. Bagimana jungkir baliknya Ibas memunguti memori akan pelajaran yang pernah dia lupakan. Agama. Ikuti perjalanan Ibas ya, temukan jawabanya di buku ini. Penulis: Retno Nofianti.

More details
WpActionLinkContent Guidelines