Baskara yang Tertutup Raga

Baskara yang Tertutup Raga

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 7, 2024
Jujur saja, tulisan ini sudah cukup lama direncanakan, tapi aku takut untuk menuliskannya karena dia yang dianggap baskara tak kunjung hadir. Namun, akhirnya dia hadir kembali, dengan sosok yang sepertinya berbeda dari sebelumnya. Aku tidak berharap banyak, aku juga tidak berharap agar dirinya bisa seperti dahulu. Mungkin, sekarang dirinya sudah mempunyai kasih yang disayanginya. Jika ditanya tentang keadaan, aku baik saja. Aku hanya ingin terus menyukainya, tapi jika keadaannya tak lagi sama seperti dahulu, aku bisa apa? Tulisan ini dimulai dari tanggal lima Juni 2023, saat hujan turun di malam hari, saat hujan jatuh ke muka bumi ini, dan saat diriku sendiri tahu bahwa dirinya sudah tak lagi sama. Selamat membaca, tulisan ini dibuat hanya untuk mengenang kembali rasa yang pernah ada. Rasa yang pernah membuatku seakan terbang ke langit yang paling tinggi, dan rasa yang selalu membuat kupu-kupu berterbangan dalam perutku. Selamat datang di kisah ini, selamat membaca. Salam hangat, Yara.
All Rights Reserved
#658
senja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tiga Belas Misi ✔️
  • Orange (END)
  • return (complete)
  • Hanromania
  • Janji Untuk Aluna
  • Silence Of Tears (TERBIT)
  • Langit Untuk Semestanya ✓
  • OVER ONS [TERBIT]
  • Laksana Hujan [completed]

"Kalau kamu benci dengan perpisahan, berarti kamu tidak punya hak untuk mengasihi pertemuan." "Kenapa gitu, Kak?" "Perpisahan ada karena eksistensi dari pertemuan. Jadi, bukankah kamu seharusnya membenci apa yang bisa membuat perpisahan itu muncul?" ••••• Mentari kira, jalan salah yang ia ambil adalah jalan yang terbaik. Jalan yang mungkin bisa membantu dirinya dan ayahnya keluar dari jerat kemiskinan. Namun, ternyata jalan itulah yang membuat Mentari dipertemukan pada sosok Bulan. Pemuda berwajah teduh yang dikenal dengan kalimat ajaibnya. "Lakuin sekarang, belum tentu lima menit yang akan datang kamu masih hidup." Tiga Belas Misi Menuju Kebahagiaan. Begitu Mentari menyebutnya. Khusus untuk Bulan, hanya untuk Bulan, pemuda baik yang tak lain adalah kakak tingkat di kampusnya. Namun, hari-hari yang mereka lalui demi menyelesaikan misi itu membuat semesta dengan lancangnya menciptakan perasaan baru di hati Mentari. Perasaan yang tak seharusnya tumbuh, terlebih jika itu tertuju pada Bulan. Apalagi ketika Mentari sadar, bulan lebih indah bersama bintang, bukan matahari. Ketika hati Mentari kian terluka dengan rasa yang tak mungkin terbalas, semesta justru menambah luka dengan rentetan kisah masa lalu yang terpaksa harus direka ulang. Lalu, kapan sekiranya semesta akan memberi tanggal yang tepat untuk kebahagiaan Mentari? ⚠️Mengandung kata kasar dan hal-hal berbau perundungan. Do not copy my story! Amazing cover by Dhiya Moon Started : 20 Agustus 2022 Finished : 08 Januari 2023

More details
WpActionLinkContent Guidelines