Thirsty for you, my sugar Daddy!

Thirsty for you, my sugar Daddy!

  • WpView
    Reads 107
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 2, 2024
WpInfo
Fanfic
Naruto
Naruto (19), remaja ekstrovert dengan senyum secerah mentari. He is a 'yes' men, tiap diajak hangout pasti selalu oke. Supel banget dan seorang fashion enthusiast. Sebagai seorang mahasiswa, mustahil untuk mampu membeli barang disainer ternama dunia. Minta Bokap? Yang ada di coret dari KK. Ya udah deh, nyari sugar daddy aja kali ya? Sasuke (31), pemuda introvert dengan ekspresi sedatar papan cucian. Very charming yet cold. Very smart and neat. He likes sex, tapi pengen casual aja. Pacaran? Males deh bawa perasaan. Mantan-mantannya selalu mengatakan bahwa ia memiliki EQ yang rendah, padahal memang sifat dasarnya yang ignorant a.k.a bodo amat. Naruto butuh duit, Sasuke kelebihan duit. Sex? Kalau ini sih dua-duanya hyper, they are crazy for it. Afeksi? Naruto super loveable, tapi ga demanding. Kalau mau casual oke, mau lebih juga oke. In the other hand, Sasuke suka sih deket Naruto, meskipun Naruto bawel, tapi dia ga nuntun feedback. Tapi, ini cuma hubungan Sugar daddy dan Sugar babby kan?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Naruto : Making A Lover
  • Miracle (END)
  • RELAX
  • (𝘽𝙡) kakanaru "hasrat"
  • I'm Jealous?, I don't think so [BoyxBoy]
  • Ore no Kaa-chan?!? || END
  • SINCERITY [Dibukukan]
  • NaruSasu [END]
  • Naruto : Never Enough
  • BAD MOM

Update DI usahakan Setiap Hari (BXB) / YAOI [NARUTOXSASUKE] "Ini Naruto" "Apakah kamu masih tidur? Ini jam 11 pagi" Terdengar suara gerah dan pipi Naruto langsung merona. "Tidak" "Kamu pasti" Bagaimana dia bisa tahu? "Apakah kamu mempermalukanku karena tidur sekarang?" "Siapa bilang aku mempermalukanmu?" "Suaramu mengatakan itu semua" balas Naruto, dan dia mendengar tawa rendah dari gagak. Garis itu menjadi sunyi selama beberapa detik. "Aku mulai berpikir kamu tidak akan menelepon," kata Naruto di telepon. "Kau berutang padaku, ingat sejak aku merawatmu dengan baik" balas Sasuke. Naruto merasa dirinya bergerak pada implikasinya. "Anda secara teknis hanya menghina saya, beberapa kali jika saya ingat dengan benar" "Bukannya kamu tidak menghinaku kembali, itu tidak mungkin seburuk itu mengingat bagaimana semuanya berakhir di ruang pemeriksaan" "Sepertinya kamu memiliki penampilan yang patut disyukuri untuk itu" jawab Naruto, kembali ke olok-olok seperti yang mereka lakukan di rumah sakit. Tekad Naruto untuk terus melihat gagak menetap. "Tapi bagaimana kalau kita terlibat dalam sesuatu yang sedikit lebih substansial" Yang diharapkan akan mengarah pada lebih banyak seks. "Seperti?" "Bagaimana kalau aku membelikanmu minuman?" "Aku shift malam ini" jawab Sasuke.

More details
WpActionLinkContent Guidelines