Holy Heaven Gift

Holy Heaven Gift

  • WpView
    Reads 1,537
  • WpVote
    Votes 187
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 2, 2026
Bagaimana jadinya, anak terakhir dari keluarga besar yang mengimani Akhirat dan ilmu agama yang tinggi mempunyai sebuah penyakit. Keluarga pendakwah dan penerus waliyullah. Keluarga itu menyebarkan agama Allah dengan semangat begitu juga sang bungsu. tapi ada masalah. anak terakhir itu menderita hemofilia, dan penyakit aritmia tapi tidak terlalu parah. Menurut mereka, anak itu spesial. mereka hanya perlu menjaga amanah Allah untuk menjaga rezeki yang Allah beri. mereka tak melarang bungsunya untuk memberikan dakwah asal jangan terlalu lelah. mereka selalu menasihati. "Allah sayang kamu nak. Kamu kuat ya, harus berjuang sebelum kembali kepangkuan Allah. Umi sayang kamu, Umi sakit kamu terluka dan kesakitan tapi Umi gabisa nolak takdir Allah" "Kamu surganya Umi. Kamu maukan tuntun Umi kedalam surganya Allah bersama keluarga kita?"
All Rights Reserved
#7
ceramah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GURUKU IS MAHRAMKU
  • H2 TARIM
  • my possesive brother - IDR
  • Ummi dimana Abi? [ENDING]
  • Jangan Usik Hidupku ( END )
  • HARDEST LOVE🙂🥀
  • Bersama Cahaya Bintang (✔)
  • MEMELUK LUKA [END]
  • Ikhlasku Merelakanmu (END)

🐸 PART 1🐸 Hai!! aku Shazia aurelia seorang gadis dari keluarga kecil, Sejak kecil aku selalu di manja oleh orang tua ku, aku dilahirkan di kota Bandar Lampung, aku sudah memasuki umur 18 tahun dan aku anak yang panling bungsu dari kakakku yang sangat tampan. Uppz!! iya tampan :) "Assalamualaikum semua,, selamat pagi Umi, selamat pagi Abi" sapa kakakku yang tampan, Kini semua berada di ruang makan yang sedari tadi menunggu kakakku untuk sarapan bareng. "Wa'allaikumusalam, selamat pagi juga buat anak umi dan abi yang ganteng" serempak menjawab. "Ko Abi dan Umi saja sih kak yang di sapa? Aku nya gak?" Tanyaku kepada kakakku, sembari aku melipat kedua tanganku didada dengan wajah yang kesal. "Hmm... iya deh. Selamat pagi adik kakak Debi yang cantik". ucap kakak ku, sembari tersenyum dan mencubit pipiku. Debi?? iya itu nama kakakku. "Ihhh.. kakakk. sakit tau. Pagi juga kakakku" jawabku sembari mengusap pipiku yang terasa sakit. Kami semua sedang asik menyantap makanan masakan umi, selesai makan aku memulai topik pembicaraan. "Abi, umi zia boleh gak berangkat sekolah sendiri?" tanyaku kepada abi dan umi yang sedang duduk di hadapanku. "Kenapa kamu ingin berangkat sekolah sendirian, kan ada kakak kamu. suruh kakak kamu mengantarkan kamu kesekolah" pinta umi padaku sembari melirik kearah kakakku yang sedang duduk di sampingku. Aku langsung melirik ke arah kakakku "Emangnya kakak mau ngantar aku kesekolah?" tanyaku. tak lama kakakku menjawab "Ya pasti lah adikku tersayang. Apasih yang gak boleh buat adikku ini" jawabnya sembari tersenyum dan mengedipkan matanya...

More details
WpActionLinkContent Guidelines