From dark to light

From dark to light

  • WpView
    GELESEN 14
  • WpVote
    Stimmen 2
  • WpPart
    Teile 2
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Di., Nov. 19, 2024
WpInfo
SACHBUCH
"Umma?umma? bangun... umma boongkan?, katanya umma ingin lihat aku sukses?, kok umma tidur sihh". Bibirku menggigil, tubuhku bergetar, semua ketakutan ku menjadi nyata keringat ku terasa dingin, seluruh dunia terasa hampa seketika. "Aku adalah pendosa!, cabut saja nyawakuu wahai sang pemilik alam semesta, dan kembalikanlah nyawa ummaku!!". Teriak ku dengan kencang hingga suaraku mampu menembus lapisan-lapisan atmosfer. Lalu....tak lama kemudian tubuhku tergeletak lemah di lantai, tak berdaya. Berdasarkan kisah nyata, perjuangan seorang anak yang berusaha menjadi lebih baik, berjalan dari kegelapan menuju cahaya. (Di atas gunung, di hadapan matahari terbit aku berteriak dengan lantang sambil tersenyum) "wahai dunia!, pada hari ini, aku akan menghadapi banyak tantangan yang lebih susah, namun aku tidak akan mundur lagi layaknya pecundang!!". #me: Sadat Afif
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Memories in Moon
  • Astagfirullah, Alzam! (End)
  • Secangkir Teh
  • CAHAYA AL-GHIFARI [NIKAH TAPI MONDOK][TAMAT]
  • MARRIED WITH GUS [END]
  • Assalammualaikum, Ustadz [END]
  • Dia dan Doa
  • Mendadak Ning (Selesai)
  • My Ustadz My Crush [SELESAI]
  • Love Story Of Sharga & Ahra ✅(Tamat)

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien