REDUP

REDUP

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Fri, Jun 30, 2023
WpInfo
Fanfic
Seventeen
Lantas, bagaimana denganku yang tetap terlihat salah meskipun aku hanya diam ketika kau marah. Aku hanya sedang kelelahan, menata apa yang kusebut sebagai masa depan. Namun, ketika aku berharap pelukmu 'lah yang paling menghangatkan, semesta justru menghadiahkan patah. Sesekali jamulah harap yang selalu kudekap. Selama ini hanya abai yang menjadi jawab, mematikan sedikit demi sedikit rasa percaya diri yang berusaha kupertahankan dengan erat. Bagaimana dengan jiwa yang rapuh, bila dipaksa terus menerus menelan acuh? Andai kutemukan satu saja alasan untuk tetap bertahan, pasti langkahku tak akan pernah bisa meninggalkan. Aku pun turut menyecap kecewa pada rasa tak percaya, menepis jauh-jauh segala kecamuk yang menyesakkan dada. Tapi lagi-lagi, bersamanya kita justru memperparah luka yang belum sepenuhnya terobati. Aku ingin berhenti, tapi rasaku enggan beranjak pergi. Bila nanti detakku untukmu punah, kepalaku tidak akan pernah lagi menoleh, sebab tentangmu sudah kutinggalkan jauh di belakang, terkubur di tempat yang tak terjangkau. •Semesta, 30 Juni 2023
All Rights Reserved
#43
pedih
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aerilyn
  • Sampai Sini [End]
  • BCS : RAGALATIFA [PREVIEW] TAHAP REPUBLISH
  • Rintik Hujan
  • Antaratma
  • Rekal Rara [END]
  • Pierre's Nanny [ END ]
  • AYAH, AKU ANAKMU (TERSEDIA DI SHOPEE)
  • MEMORIA (COMPLETE)
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
Aerilyn

Aerilyn bellvania meise. Aku selalu tersenyum ketika memandangmu, tetapi di dalam hatiku berkata. Inilah seseorang yang dulu selalu keperjuangkan dengan segenap jiwaku, dan kini sang waktu telah jauh meninggalkan kita. Kini kau bukan lagi milikku, kini kau telah berada di tempat yang jauh lebih baik. Sebuah tempat yang telah menjadi takdirmu dengan semua berkah dan kenikmatan dari-Nya, itulah yang pantas untukku. Kini waktu telah menjawab sebuah pertanyaan klasik, aku bukan yang terbaik untuk dirimu. Maka lanjutkanlah langkahmu, tetap tersenyumlah seperti itu. Aku akan tetap bahagia di sini apabila aku bisa memandang kau bahagia di sana. Mataku nanar melihat batu nisan bertuliskan orang yang kucintai, deraiku tak bisa ku tahan sehingga kubiarkan jatuh di tanah bersama tetesan lain dari langit Kata-kata dulu yang pernah ku ucapkan kepadamu kini hanyalah tinggal ilusi. "Lo tenang aja, gue gabakal ninggalin tanggung jawab. gue bakal ada disisi lo sebisa yang gue mampu. Lo gausah khawatir, gue akan selalu sayang sama lo hari ini, besok dan seterusnya." Aku merindukanmu, air mata ini tak dapat ku tahan lagi. Aku benar-benar merindukanmu. Buat readers jangan lupa vote dan kritiknya😊 CERITA AKAN DIREVISI SETELAH TAMAT! Update hari Minggu! {{{{{ON GOING}}}}}

More details
WpActionLinkContent Guidelines