REDUP

REDUP

  • WpView
    LECTURES 3
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadTerminé ven., juin 30, 2023
Lantas, bagaimana denganku yang tetap terlihat salah meskipun aku hanya diam ketika kau marah. Aku hanya sedang kelelahan, menata apa yang kusebut sebagai masa depan. Namun, ketika aku berharap pelukmu 'lah yang paling menghangatkan, semesta justru menghadiahkan patah. Sesekali jamulah harap yang selalu kudekap. Selama ini hanya abai yang menjadi jawab, mematikan sedikit demi sedikit rasa percaya diri yang berusaha kupertahankan dengan erat. Bagaimana dengan jiwa yang rapuh, bila dipaksa terus menerus menelan acuh? Andai kutemukan satu saja alasan untuk tetap bertahan, pasti langkahku tak akan pernah bisa meninggalkan. Aku pun turut menyecap kecewa pada rasa tak percaya, menepis jauh-jauh segala kecamuk yang menyesakkan dada. Tapi lagi-lagi, bersamanya kita justru memperparah luka yang belum sepenuhnya terobati. Aku ingin berhenti, tapi rasaku enggan beranjak pergi. Bila nanti detakku untukmu punah, kepalaku tidak akan pernah lagi menoleh, sebab tentangmu sudah kutinggalkan jauh di belakang, terkubur di tempat yang tak terjangkau. •Semesta, 30 Juni 2023
Tous Droits Réservés
#15
redup
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • WAVER [Completed]
  • Raina, Hujan Telah Datang (NEW VERSION)
  • MEMORIA (COMPLETE)
  • Don't Give Up
  • AYAH, AKU ANAKMU (TERSEDIA DI SHOPEE)
  • BCS : RAGALATIFA [PREVIEW] TAHAP REPUBLISH
  • Rintik Hujan
  • Bahagia Untuk Jaffress [Selesai]
  • Pierre's Nanny [ END ]
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri

Ketika cinta dibiarkan terbagi, di saat itulah hati diharuskan memilih. Jika mereka bagaikan hujan dan matahari, aku selalu butuh keduanya untuk dapat melihat pelangi. Hujan selalu meneduhkanku, membiarkan semua masalahku ikut terhanyut oleh rintik airnya. Matahari yang setia menemaniku, selalu membakar semangatku agar tetap teguh menjalani hari-hariku. Lantas, siapa yang harus ku korbankan? Hujanku? Matahariku? Apakah aku harus memilih salah satunya? Atau bahkan, pergi meninggalkan keduanya?! Entahlah, kurasa ku 'bimbang' ❤❤❤ Start : 01 Maret 2019 Finish : 14 Oktober 2019 Warning! Cerita ini mengandung quotes dari berbagai sumber. Penasaran? Follow dulu biar lebih afdol.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu