
"tenang ada aku" kata nanta lelaki satu sekolah dengan ku "aku percaya, tapi bila kamu pergi? apa itu menjamin ucapan mu?" kata ku bita "kamu saja berani kabur dari rumah masa tidak berani bila ku tinggal" tantang nanta "persoalan itu sangatlah mudah, tapi tidak dengan luka-luka ini" renung bita "jikalau ku pergi, sang pemberi luka mu juga pergi ta, seperti luka-luka ini" kata nanta sambil meraih tangan bita "aww sakit" rintih ku "tidak ku sangka lelaki seperti mu berhati baik, sejak awal ku kira kamu preman sekolah, ternyata gunanya menjaga ku"All Rights Reserved
1 part