Psycho Husband

Psycho Husband

  • WpView
    Reads 336
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 9, 2025
Langit terasa runtuh di kepala Zayn saat mendapati istri yang amat dia cintai berada di kamar yang sama dengan lelaki lain tanpa sehelai benang yang menutupi. Ada luka menganga yang seketika tercipta di relung hatinya, bagai tersayat pisau tak kasat mata. Namun, amarahnya jauh lebih mendominasi. Bisikan "Mati, mati, mati" seketika memenuhi isi kepalanya dan dengan senang hati dia turuti. Mengabaikan permohonan maaf dari dua pengkhianat kotor yang tergesa menutupi tubuh polosnya. Mulai detik itu, Zayn bukan lagi Zayn yang hangat dan penyayang, tapi dia adalah Zayn yang haus darah, tak peduli apa pun. *** Cover by Canva
All Rights Reserved
#597
darah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "LOVE AGAIN"
  • Vermilion Reverie [skynani x dew] END
  • A Curse Of Forbidden Love (Human & Vampire)
  • the devil my husband
  • Serendipity
  • Let's Make A Happy Marriage
  • suami manis ku
  • Sweet Nothings [End]
  • I'm Waiting For Your Dawn In the Dark Night [END]

Adeev tersenyum sinis dan mengangkat kakinya. Adeev menginjak luka di pundak laki-laki itu dan menekannya. Suara teriakan kesakitan menggema di kamar hotel. "Dulu mungkin aku terlalu bodoh untuk tidak langsung membunuhnya. Aku juga terlalu baik untuk tidak langsung menembak kepalanya. Tapi apakah kau tahu, karena dia dan dirimu aku menjadi sadar bahwa tidak seharusnya ada belas kasihan untuk siapapun." Laki-laki itu memegang kaki Adeev berusaha mendorong agar tidak menginjak pundaknya. Tapi Adeev justru semakin menekan luka itu. "Dee, apa yang kau lakukan!!" Adeev melepaskan luka tembak laki-laki itu dari injakan kakinya. Dan menatap Exell dalam-dalam tapi tidak lama kemudian para pasukan tim blacklion ikut masuk dan langsung mengamankan kamar hotel itu. Sedangkan ketua tim berlari dan memeriksa keadaan laki-laki itu. Saat tahu target mereka sudah tak sadarkan diri dengan bersimbah darah dan luka tembak. Dia bangkit dan langsung menodongkan pistol ke arah Adeev. ----------------------------------------------- "Ketika cinta harus kalah oleh dendam. Dan ketika dendam harus kalah oleh ketulusan. Saat kau harus mati-matian bangkit dari keterpurukan yang begitu dalam. Berusaha membangun tembok tinggi untuk melindungi dirimu. Menancapkan dendam pada hatimu sendiri agar membalaskan semua sakit yang kau rasakan, tapi tembok itu perlahan menjadi rapuh saat kau sadar dia tak pantas merasakan sakit yang pernah kau rasakan."

More details
WpActionLinkContent Guidelines