FAVORITE MOON - SINB MOONBIN & 98L GENK (ON GOING)

FAVORITE MOON - SINB MOONBIN & 98L GENK (ON GOING)

  • WpView
    Reads 55
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 7, 2023
[ In Memory Of Moonbin ] Esther melihat wajahnya untuk terakhir kali, wajah yang sangat tenang hingga membuat setitik air mata nya turun membasahi pipinya. Dia tidak percaya jika orang yang dia sayang pergi meninggalkannya selamanya. "Ikhlaskan saja kepergian nya" ucap seseorang yang sedang menepuk pundak Esther "Abanggggg bangunnnnnn, abang kan ada janji sama Gyne" ucapnya sambil memeluk badan sang kakak "Bin bangun yok, janji deh gue gak bakal lagi ngejokes bapak-bapaknya. Tapi lu bangun ya" "Bin sekarang lu gak ngerasain sakit lagi kan ya, tapi kita semua yang ngerasain sakitnya Bin. Lu pergi tanpa pamit ke kita semua" ucap Clarinta sambil mengusap wajah nya "Gabino Alfairiz lu bilang sama gue katanya lu mau ngalahin tanding basket sama gue, tapi apa Bin pertandingan belum dimulai lu udah pergi duluan" "Gabino yang tenang ya disana, jangan lupa sering-sering nanti mampir dimimpi kami semua"
All Rights Reserved
#256
sinb
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FADING IN YOUR ARM [YEOJONG]
  • Ghost And Love || Park Jisung and Ningning aespa
  • I AM YOU || Han Jisung ✔
  • MORALLESS
  • Light in the Dark
  • Sergio | Haechan
  • Obat Untuk Luka | End
  • DON'T LEAVE ME [ YIZHAN ] End☑️
  • The Rain [SoonHoon]

Yeosang tak pernah suka keramaian. Tapi sejak tubuhnya mulai hancur perlahan dari dalam, ia belajar mencintai sepi... karena hanya di sanalah ia bisa pura-pura baik-baik saja. Jongho, murid baru yang tak pernah dimintanya hadir, justru perlahan merobek celah-celah dinding itu. Younghoon, sang kakak yang terlalu cerewet dan terlalu cinta, mulai melihat retakan di balik senyum. Dan Woosan, dua sahabat yang selalu mengira mereka tahu segalanya-tanpa sadar sedang menjaga seseorang yang hampir menyerah. Dalam cerita ini, tak ada ledakan. Yang ada hanya pelan-pelan: tubuh yang melemah, rahasia yang menumpuk, dan cinta yang datang... ketika semuanya sudah terlambat. Dan di akhir, siapa yang masih bertahan untuk tetap tinggal? --- 🥀 Yeosang "Aku gak takut mati... Aku cuma takut... akhirnya mereka tahu, dan bilang aku egois karena nyembunyiin semuanya." --- 🧸 Jongho "Kak... kalau kakak capek, kenapa kakak gak pernah bilang? Kenapa kakak harus nunggu sampai aku lihat kakak hancur sendiri?" --- 🧩 Younghoon "Gue marah bukan karena lo sakit. Gue marah karena lo pikir lo sendirian." --- 🌪️ Woosan San: "Gue gak butuh alasan, Sang. Tapi lo nyuruh gue diem waktu lo hampir jatuh, itu kejam." Wooyoung: "Kita bukan cuma buat ketawa lo doang, goblok... kita juga ada buat nangis lo." ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines