Story cover for MATAHARIKU by yumalove7
MATAHARIKU
  • WpView
    LECTURAS 7
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
  • WpView
    LECTURAS 7
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
Continúa, Has publicado jun 08, 2023
Contenido adulto
☼ - MATAHARI‚ SUN

"☼! Lihat! Mataharinya akan terbenam!" seru ☆ dengan bahagia, menunjuk pada arah matahari yang akan terbenam. "Jarang sekali kita bisa melihat matahari terbenam seindah ini" ucap ☽, memfoto mataharinya dengan kameranya.

"Iya, jarang." Aku ucap, melihat matahari terbenam dengan muka datar sambil berdiri di antara ☆ dan ☽.


‚‚‚

writer - yumalove7
Todos los derechos reservados
Tabla de contenidos
Regístrate para añadir MATAHARIKU a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Hi Crush! (udah selesai) de Valbriel
52 partes Concluida
UDAH SELESAIII!!! Aku tau rasanya nunggu cerita yang up nya lama huaaa :") • Cuma cerita biasa kok, rl dengan topping imagination ✨ Selamat membaca yops!!! Langsung cek i dot! __________________________________ "Ko tau ga kenapa matahari terbenam selalu indah" Aku menunjuk matahari yang mulai menurunkan radarnya. "Karena matahari capek bersinar karena selalu dikeluh in orang?" Plak "Apa hubungannya coba! Masa matahari tergantung sama kita sih" "Ya kali aja. Terus apa? Aku belom pernah denger" "Kata matahari 'Aku sedang membiarkan para manusia menikmati pesonaku sebelum aku menghilang' gitu katanya. Barusan dia bilang ke aku. Bener yang Koko bilang emang matahari sering dikeluhin orang karena panas tapi matahari bukan manusia yang suka pundung. Walaupun dia sebenernya sakit hati, dia tetep baik karena tetap bersinar seperti sedia kala." Ucapku panjang lebar. "Bukankah nanti dia kembali?" "Iya kembali dengan cara yang sama, mood yang sama. Menghilangnya hanya sementara dan mempersiapkan panggung untuk bulan beraksi. Dia menghilang sementara tapi dia berharap agar kita merindukannya." "Kata matahari 'kamu cantik' " "Ray. Di saksikan matahari, aku mau ngomong sebelum dia pergi" "Hm?" "I need to tell you something..." ______________________________________ Jangan main nyomot cerita orang ya! Nulisnya perjuangan melawan mager :") Punya otak kan? Jelas lah ya, pakek gih kasian dia gabut tauk! Kalau baca jangan lupa vote and comment okey!
Rumah Tujuh Pintu [Boboiboy Elemental] de rayaasora
14 partes Continúa
𝐁𝐨𝐛𝐨𝐢𝐛𝐨𝐲 𝐄𝐥𝐞𝐦𝐞𝐧𝐭𝐚𝐥 𝐅𝐚𝐧𝐟𝐢𝐜𝐭𝐢𝐨𝐧! 𝐋𝐨𝐤𝐚𝐥 𝐀𝐥𝐭𝐞𝐫𝐧𝐚𝐭𝐢𝐟 𝐔𝐧𝐢𝐯𝐞𝐫𝐬𝐞! Ini cuma kos mahasiswa biasa─atau lebih tepatnya, sebuah rumah tua dengan tujuh pintu kamar yang dihuni tujuh pemuda yang, secara ajaib, nggak pernah benar-benar cocok satu sama lain. Dengan sedikit keajaiban dan campur tangan tuhan, tujuh mahasiswa dengan latar belakang yang berbeda akhirnya secara resmi bertemu, tinggal, dan menjadi 'keluarga' baru di sini. Terjebak di dalam rumah yang lebih banyak ceritanya daripada kenyataannya. Dari luar, mereka tampak seperti orang-orang yang nggak mungkin akur. Tapi anehnya, mereka bertahan. Dan setiap pintu di rumah ini, menyimpan cerita mereka masing-masing. ───────────────────── ©️ Credit : Monsta Owned Boboiboy ⚠︎Mohon maaf apabila ada kesamaan nama tokoh dan peristiwa. Alur murni berasal dari imajinasi penulis. ⚠︎ Dilarang keras menjiplak karya saya dalam bentuk apapun. ⚠︎ TRIGGER WARNING (Read at your own risk) ! Mature Area ! Dead Dove Do Not Eat ! Harshword ! Selfharm ! Blood ! Abuse ! Suicidal Jokes ! Suicidal Thought ! Human Trafficking 🥇 #Boboiboygempa [19 Jan 2025] 🥈 #Boboiboyice [28 Jan 2025] 🥇 #Boboiboyduri [17 Feb 2025] 🥈 #Duri [26 Feb 2025] 🥈 #Boboiboyhalilintar [17 Mar 2025] 🥈 #Boboiboyelemental [18 Mar 2025] 🥇 #Boboiboythorn [29 Mar 2025] 🥇 #Boboiboyblaze [2 July 2025]
Quizás también te guste
Slide 1 of 8
TERLAMBAT ( Tersedia PDF ) cover
My Shine [completed] cover
[√] DARKNESS cover
Hi Crush! (udah selesai) cover
𝐬𝐚𝐩𝐩𝐡𝐢𝐫𝐞🌪️🌀  cover
Sunrise cover
Senja merindu fajar cover
Rumah Tujuh Pintu [Boboiboy Elemental] cover

TERLAMBAT ( Tersedia PDF )

6 partes Continúa Contenido adulto

"Don't cry when the sun is gone, because the tears won't let you see the stars." (Jangan menangis saat mentari pergi, karena air mata akan menghalangimu melihat bintang-bintang). -Violete Parra-