Pijatan Maut ART Lugu

Pijatan Maut ART Lugu

  • WpView
    Reads 592,302
  • WpVote
    Votes 1,267
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 22, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
"Nur, tolong kamu pijat si bapak, ya. Saya capek banget, udah seharian kerja." Jantung Nurma berdetak kencang saat Widia memintanya memijat si suami. Nurma hanya gadis lugu tak pernah dekat dengan pria lain, kecuali bapaknya sendiri. Tanpa disadari bahwa perintah Widia membawa petaka pada Nurma dan Argo di malam-malam selanjutnya. Nurma tak kuasa menolak saat Argo diam-diam mendatangi kamarnya untuk meminta pijatan yang berbeda. Janji gelimang materi untuk keluarga di kampung, membuat Nurma terjebak dalam hubungan terlarang bersama suami majikannya. Nurma kemudian hamil. Berita ini membuat gempar. Bukan hanya rumah tangga Argo dan Widia yang terguncang, tetapi juga keluarga besar mereka yang saling menyalahkan. Bagaimana nasib Nurma setelah ini, dengan janin dalam rahimnya? Haruskah dia merelakan diri dipoligami atau pergi saja membesarkan bayi itu sendiri?
All Rights Reserved
#271
pembantu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • Sumilir [Selesai | Lengkap]
  • PERNIKAHAN SIRI MENJADI RESMI
  • MEMBUAT SUAMI MENYESAL
  • Love With Teacher
  • BENCI- Benar Benar Cinta
  • Surat tak berbalas
  • Dear, Chester

Seri kedua Arga ; pusaran sesal Tentang cinta yang salah menyapa, rindu pada yang telah pergi juga dendam yang tak seharusnya tumbuh. Setelah kematian Aksa. Arga menyibukkan diri untuk mengalihkan rasa sakit akibat kehilangan dengan bekerja. Hingga pada satu titik dia kehilangan tujuan hidup kecuali membayar tagihan. Tak disangka dia bertemu lagi dengan ayahnya dan ingin membuktikan rumor yang pernah terjadi pada adiknya. "Ayah apa yang lebih memilih mengurusi anak wanita lain daripada darah daging sendiri? Kamu tak ubahnya lelaki egois yang hanya mementingkan diri sendiri. Aku tak yakin kamu pantas disebut sebagai orang tua." "Aku tak percaya kata-kata itu keluar dari mulut anak lelakiku yang terpelajar." Teringat dengan pesan adiknya untuk segera menikah, seorang wanita yang pernah bertemu saat di rumah sakit menyapanya. "Bukankah di dunia ini tak ada yang sempurna, begitu pula cinta." Kia menoleh ke Arga yang menatap dengan sorot sendu. Walau sudah mengenal hampir beberapa bulan, lelaki di sampingnya adalah sosok diyakini tengah menutupi luka. Dia bisa melihatnya, lewat bola mata, gurauan atau perkataan langsung seperti sekarang. "Cinta itu memang tak sempurna, oleh itu mereka merayakan ketidaksempurnaan sebagai wujud kebahagiaan dalam pernikahan. Karena sejatinya cinta itu saling melengkapi."

More details
WpActionLinkContent Guidelines