The Blood Line

The Blood Line

  • WpView
    Odsłon 10
  • WpVote
    Głosy 1
  • WpPart
    Części 1
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja wt., sie 8, 2023
Ellie, adalah gadis berumur 23 tahun yang bekerja pada stasiun radio swasta. Ia tak sebegitu ambis dalam pekerjaannya karena harus mengorbankan mimpinya untuk menulis, namun hal itu tetap ia tekuni hingga seiring waktu dapat menerima kenyataan. Kenyataan bahwa harus mencari uang ketimbang mengembangkan bakat dan potensi. Hingga disuatu ketika, tak sengaja ia mengamati seorang pria dengan wajahnya yang lembut dan terkesan feminim. Umurnya seperti tak beda jauh dengan Ellie, pria itu memiliki kulit putih pucat dan jakun yang menonjol. Matanya terus mendongak kearah langit yang bertabur bintang dengan waktu yang lama. Hingga membuat Ellie berpikir bahwa dia adalah pengagum bintang. Pasti pria itu adalah seseorang yang lemah lembut. Dan pada suatu malam, tak ada yang menyangka. Malam yang seharusnya menjadi waktu istirahat bagi Ellie, kini menjadi awal dari kisahnya yang terbilang mustahil dan menyeramkan. Pria yang ia lihat di tepi jalan raya kemarin, kini mendatanginya dengan wujud yang berbeda. Bisa dibilang memiliki wujud yang tak manusiawi, kemeja putih yang penuh dengan darah. Mempertontonkan gigi taring yang seakan meminta darah segar, matanya kosong seperti tatapan ikan yang mati. Dan pupil yang merah menyala. Tak ada jalan lain untuk keluar dari sini. "Sial, seharusnya aku tidak melihatnya tadi." Gumamnya seraya mencari senjata tajam disekarnya. Akankah dia bisa selamat malam ini?
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
#258
leefelix
WpChevronRight
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • The Secret Of Us
  • ZERGAN
  • Ravenwood's Last Omega
  • Where am I?
  • BUNGA KEMBALI
  • I'LL TAKE WHAT YOU HAVE (TAMAT)
  • Black Out III
  • Whisper To Me [COMPLETE]

Tas mewah diletakkan di samping meja dan seorang wanita berwajah cantik dan bertubuh seksi idaman. Dia melepas pakaian dan jubahnya yang menceritakan karirnya. Tubuh nyaris telanjang ditutupi atasan bra dan celana dalam. Dia menarik rambutnya dengan jari-jari panjang yang indah yang memperlihatkan lehernya yang panjang dan dapat dicium sebelum memasuki kamar mandi untuk bersantai setelah hari yang melelahkan. Bak mandi Jagucci putih untuk 2 orang diisi air hangat, wajah cantik menatap bak mandi dengan mata kosong sebelum kulit tubuh putih bagai susu masuk ke dalam bak mandi. Untuk mengusir pikirannya memikirkan kebahagiaannya bisa bersama dengan cintanya di bak mandi ini dan menghabiskan waktu dengan bahagia bersama. Namun hari ini tidak sama dengan sebelumnya ketika Dr. Fah-Lada Thananusak dibiarkan tinggal dengan kenangan menyakitkannya. Hampir satu tahun ia masih mengingat semua kenangan indah bersama sang kekasih karena sudah bersama selama tiga tahun. Wajah cantiknya menyeringai ketika mendengar lagu pilihannya. Liriknya membangunkan ingatannya yang menyakitkan. Dia menutup matanya dan melepaskan perasaannya dengan lagu tersebut. "Dia mencampakkanku. Kenapa aku selalu memikirkannya?" mengingatkan diriku sendiri tapi hati tak pernah mendengarkan. Selalu merindukan wanita tak berperasaan. Keluarganya ingin Fah-Lada kembali dan bekerja di rumah sakit keluarga kecuali dia tinggal di luar negeri. Kembali ke Thailand menyebabkan dia merindukan wanita tak berperasaan itu. Wanita yang menawan, menggemaskan, dan lembut, kenapa dia begitu tidak berperasaan. Dia putus denganku dengan mudah. Tok Tok Tok Tok!!! "Nona Fah-Lada" "Ada apa Oun (ibu susunya/pengasuh)"

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści