How to Survive

How to Survive

  • WpView
    Reads 3,552
  • WpVote
    Votes 391
  • WpPart
    Parts 45
WpMetadataReadComplete Sat, Aug 30, 2025
Riri menyibakkan rambut hitamnya, "persediaan makanan kita menipis. Kita gak bisa bertahan terus di sini." "Tempat yang paling deket dari sini, ke mana?" Abil membersihkan kacamatanya dengan ujung hijab yang sudah tak dicuci berhari-hari. "Supermarket di tengah kota," Azura menjawab dingin sambil menatap kedua orangtuanya terkurung di balik pintu kamar mandi. Pupil Bian mengecil. Semua orang tahu apa yang akan menjadi keputusan Abil. Seketika si gadis tomboy berdiri. "Supermarket itu terlalu luas dan bahaya. Jangan tolol! Nyawa kita cuman satu!" Nawa mengangguk cepat, wajah memerah menahan tangis, napasnya memburu, "aku gak mau ke supermarket! Gak! Gak mau!" "Terus mau gimana? Mati perlahan di dalam sini? Mikir dong! Jangan karena takut, kalian milih mati kelaparan. Perlu ada kanibalisme dulu baru mau keluar?" Mata Abil memerah penuh gelora emosi dari balik kacamata yang engselnya patah akibat pukulan Bian minggu lalu. Azura memutar matanya malas, situasi sialan ini membuat semua orang lebih sensitif. "Udah-udah!" Nayara melerai. "Memungkinkan gak kalau kita cek ke rumah-rumah sekitar? Siapa tau Alex di sana masih tingkat 1. Bian bener, supermarket terlalu luas dan beresiko. Kita coba cari dulu di rumah sekitar, kalau gak ada, baru kita ke supermarket." Seketika ruangan senyap mencerna kalimat Nayara yang selalu bisa menengahi perdebatan mereka. "Jadi, guys sekarang mereka masih diskusi-" "LETTA!!" Bentakan teman-temannya langsung menyentak si gadis ikal. "Le, matiin," pinta Nayara sambil memberi tempat kosong untuk Letta. *** Hidup para remaja itu berubah ketika penyakit tidak jelas mulai menjelajah kota Bandung. Hidup berbulan-bulan tanpa orang tua dengan pola pikir yang masih kekanak-kanakan. Bagaimana cara mereka bertahan hidup dengan 7 kepribadian yang saling bertentangan? Bertemu dengan banyak orang dan berbagai kejadian. Merubah masing-masing mereka jadi sosok lain. Berhasilkah mereka bertahan hidup? Atau semua kembali pada keputusan mereka?
All Rights Reserved
#590
team
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BLOOMING [END]
  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • Failure . ℅
  • ALSTARAN [END]
  • KEPERGIAN SENJA
  • Z-virus (LENGKAP)
  • Di Masa SMP Ku
  • MY M3SUMM Boyfriend (COMPLETE)
  • AFIKA [ END✔ ]

"For the ones who still believe in a magic part of growing up, you were made to bloom." Bagi Gea tinggal sendirian di Bandung bukanlah hal sulit, lagi pula hidupnya memang sudah berantakan sejak hari dimana peti mati sang ibunda menyatu dengan bumi. Baru ia menata kembali potongan hatinya, sebuah fakta tentang kesalahan ayahnya yang membawa jiwa tidak berdosa lain hadir ke bumi seolah kembali menariknya dalam kubangan lumpur. Ironisnya, dia menipu semua orang dengan bertingkah bahwa semua bukan apa-apa baginya ketika kenyataannya duka tidak berujung itu selalu menghantuinya. Tersenyum dan menebar kebahagiaan adalah caranya berkamuflase untuk bertahan hidup. Sayangnya, Areksa terlalu pandai dalam menilai seseorang. Bukannya berhenti dan memilih mundur kala temannya lebih dulu mengincar Gea sebagai target permainannya, Areksa terus maju memperjuangkan gadis itu. Alasannya hanya satu, Areksa terlanjur melihatnya tersenyum dan menangis dalam satu waktu bersamaan. Kata orang, dia hanya ingin menjadi sosok pahlawan bagi Gea. Tapi bagaimana jika sejak awal bukan itu tujuan Areksa? This book is for you, tentang sebuah perjalanan cinta, arti penting keluarga, dan hangatnya sebuah simpul persahabatan. started: 24 April, 2024 finished: 08 February, 2025 copyright©: flourvelvet

More details
WpActionLinkContent Guidelines