Story cover for The Ruler Obsession [END] by Adiysha
The Ruler Obsession [END]
  • WpView
    Leituras 116,317
  • WpVote
    Votos 4,558
  • WpPart
    Capítulos 37
  • WpView
    Leituras 116,317
  • WpVote
    Votos 4,558
  • WpPart
    Capítulos 37
Concluída, Primeira publicação em jun 09, 2023
Maduro
Cattlian Naydelin, hidup kembali setelah merasakan kehidupan pahit pertamanya, dia menjual keperawanannya untuk mendapatkan uang karena ingin menolong adiknya yang sedang sakit. 

Hingga akhirnya jatuh cinta pada pria paling kejam bernama Hattrino Alexander.

Di kehidupan kedua ini, Cattlian berjanji tidak akan jatuh cinta padanya lagi, dan berusaha menjauh darinya.

Namun anehnya, di kehidupan kedua ini pria itu justru menjadi sangat terobsesi padanya.

Sambil tersenyum sinis, pria itu berkata, "Kau milikku. Jangan harap bisa lari dariku, Sayang."

Lian menatapnya tajam dan membalas, "Hidupku adalah milikku sendiri, bukan milikmu!"




baku/non baku. 

don't copy. 

Catatan : Cerita Pendek. 

Cerita yang Anda baca ini merupakan produk dari imajinasi dan kreativitas saya sendiri. 
Seluruh tokoh, dialog, dan rangkaian peristiwa di dalamnya adalah fiktif.
Mohon dipahami bahwa cerita ini bertujuan untuk menghibur dan tidak ada hubungannya dengan kejadian di dunia nyata ya 😃
Todos os Direitos Reservados
Índice
Inscreva-se para adicionar The Ruler Obsession [END] à sua biblioteca e receber atualizações
ou
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Tutor's Obsession, de AlanTantrum
16 capítulos Em andamento Maduro
[21+] DARK ROMANCE - CAMPUS LIFE - INTERFAITH Bagi seluruh kampus, Rayyan Narendra Ruhan adalah definisi kesempurnaan. Mahasiswa Teknik Elektro, Ketua BEM yang dihormati, dan putra pemilik resort mewah yang dituntut kesempurnaan. Dia adalah "Matahari" yang tak tersentuh. Bagi Alana Maxwell, mahasiswi pindahan dari London yang kesepian, Ruhan adalah penyelamat. Senior baik hati yang rela meluangkan waktu menjadi tutor Bahasa Indonesia-nya di tengah kesibukan organisasi. Namun, Alana tidak tahu bahwa di balik topeng "Kakak Tingkat Idaman" itu, Ruhan adalah predator yang sabar. Ruhan tidak menginginkan uang bayaran les. Ruhan menginginkan Alana. Seutuhnya. Diawali dengan modus belajar, Ruhan perlahan mengisolasi Alana, menjeratnya dalam obsesi gila yang manipulatif. Ruhan tidak peduli pada tembok tinggi bernama agama yang memisahkan mereka. Dia tidak peduli bahwa Tuhannya dan Tuhan Alana berbeda. Baginya, Alana adalah satu-satunya doa yang ingin ia paksakan untuk terkabul. "Kamu boleh mengadu pada Tuhanmu di gereja, Alana. Tapi ingat, saat kamu keluar dari sana... kamu tetap milikku." Ketika sesi belajar berubah menjadi sesi penaklukan, dan sentuhan berubah menjadi dosa, sanggupkah Alana lari? Atau ia justru rela tenggelam karena untuk pertama kalinya, ia merasa dicintai secara brutal? ⚠️ WARNING: Mengandung konten dewasa (21+), Toxic Relationship, Manipulative Male Lead, perbedaan keyakinan (Interfaith), dan Mental Health Issue. Semua tokoh dalam cerita ini Adalah karya fiksi belaka, jika anda menemukan nama yang sama dalam kehidupan asli maka hal itu adalah kebetulan semata. ⚠️HARAP JANGAN MENGAITKAN CERITA INI DENGAN KEHIDUPAN ASLI DALAM KAMPUS BAIK DALAM INSTAGRAM RESMI MAUPUN SOSIAL MEDIA LAINNYA.⚠️ ⚠️ DISCLAIMER: TIDAK ADA MAKSUD MENGUJAR KEBENCIAN, SEMUA HANYA PERCAKAPAN FIKSI SANG TOKOH BELAKA! ⚠️ Selamat membaca dan bijaklah dalam membaca!!!
Talvez você também goste
Slide 1 of 10
The Wolfe's Countdown cover
ARGAS : Jeruji Obsessed {On Going} cover
MF : MIGUEL & FELISHA cover
Obsession : Yohan Naragan  cover
The Bad-Good StepBrother  cover
Tutor's Obsession cover
You Will Never Leave Me  cover
Crossed (End)  cover
Hidden Ending cover
The Man in The Room cover

The Wolfe's Countdown

47 capítulos Em andamento

Tanpa bicara sepatah kata pun, Axel berjalan menuju ranjang. Dia duduk di tepi kasur, memunggungi Lucia, lalu mulai melepas sepatunya. Lucia gemetar hebat. Apa yang harus kulakukan? Apa aku harus membantunya? Atau diam saja? Axel menoleh ke samping, menatap Lucia yang sedang memeluk lututnya sendiri seperti landak ketakutan. "Kenapa kau duduk di situ seperti patung?" tanya Axel, suaranya serak dan dalam. "S-saya... menunggu instruksi, Tuan," cicit Lucia. Axel mendengus. Dia berbaring telentang di kasur, mengambil tempat yang luas, menyisakan sedikit ruang untuk Lucia. Dia menatap langit-langit kamar yang tinggi. "Berbaring," perintah Axel.