Sunday Miracle

Sunday Miracle

  • WpView
    Reads 171
  • WpVote
    Votes 107
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 17, 2023
"Sofia, hidup itu perihal datang dan kehilangan. Belajar mengikhlaskan adalah keharusan setiap manusia agar mudah lepas dari sebuah keterpurukan. Sesuatu yang abadi dalam kenangan sudah menjadi hukum alam untuk kamu terima, Sofia." "Tuhan tak pernah buat rencana jahat, kamu tahu? Jadi jangan terlalu sedih. Kamu hanya perlu menerima kebahagiaan-kebahagian yang lain lewat menyambut yang ingin datang." "Maksudmu menyambut yang ingin datang untuk mengikhlaskan kepergiannya lagi, Sal?" "Bukankah katamu hidup ini hanya perihal datang dan kehilangan? Aku tak mau mengulang kehilangan-kehilangan selanjutnya. Karena itu aku tak mau menyambut yang datang, lagi." "Biarlah aku selesai tanpa melibatkan siapapun termasuk kamu, Salman."
All Rights Reserved
#992
bandung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • laut yang membawanya pergi (END) ✓
  •  Bestari [ON GOING]
  • I'm Alessa
  • Antara trauma dan kesempatan kedua
  • Kisah Akala
  • Raina Maramitha
  • Polaroid

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines