STALKER
  • WpView
    Reads 122
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 22, 2023
Rasa penasaran dalam hati dan pikiran Etha membuatnya melakukan hal yang tak dibayangkan, tanpa memikirkan akibat dari yang dia lakukan. "Kenapa sih evin gak ada kabar" "Apa dia lupa sama gue" "gimana cara gw biar tau tentang evin?" itu yang selalu Etha pikirkan. Dan Evin selalu berpikir "Siapa yang neror cewek gue? kenapa setiap gue punya cewek selalu diteror?" Kemana Evin sebenernya? Dan ada apa antara Evin dan Etha? Apakah si peneror itu Etha atau??
All Rights Reserved
#742
stalker
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Inside You
  • COMPLICATED
  • Aqila Diary of Her life
  • Effort 2 [ Completed ]
  • GRIZLEN {On Going}
  • Equinox
  • Cactus...
  • Without You
  • It HURTS
  • Tentang Kita (Selesai)

"Coba Atha tebak, apa yang jauh di mata tapi dekat di hati?" "Usus." "ATHAA!" ___ Begitulah Atha di mata Netha. Serius, dingin dan kaku. Jika Netha selalu mengejar Atha, maka Atha selalu mengejar uang. Jika Netha selalu mencintai kehadiran Atha, maka Atha selalu mencintai pelajaran hitung-hitungan. Jika Netha selalu berambisi mengejar untuk mendapatkan Atha, maka Atha selalu berambisi untuk mengejar cita-citanya. Netha dan Atha. Keduanya bagaikan langit dan bumi, Yin dan Yang serta air dan api. Sedikitpun tak ada celah bagi Netha untuk mendapatkan Atha dalam hidupnya, Atha yang selalu melihat ke depan, Atha yang selalu bergerak maju tanpa memerhatikan sekelilingnya membuat Netha harus mengejar sosok itu dengan cepat. Hingga pada akhirnya Netha berhasil menghadang jalan Atha, gadis itu menjulurkan tangan agar dapat berjalan bersama-sama namun ditepis dengan cepat oleh Atha. "Lo tahu? Rasa lo itu cuma sekedar ambisi buat ngedapatin gue. Gue enggak mau buang-buang waktu buat ngeladenin orang kayak lo." -Atha Adithya- "Kamu selalu jalan ke depan, natap ke depan, buru-buru tanpa mencoba menikmati setiap momen di samping kamu. Memangnya di depan ada apaan sih?" -Netha Fanindita-

More details
WpActionLinkContent Guidelines