Menyelami Samudra

Menyelami Samudra

  • WpView
    reads 3
  • WpVote
    Stemmen 0
  • WpPart
    Delen 1
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd zat, jun. 10, 2023
WpInfo
Fictie
Sociale Thema's
he love her, and she love him but at the end of the long streat they will separate. Aku tidak tahu kebahagiaan seperti apa yang aku cari sebenarnya. Namun, sekeras apapun aku mencari, sebanyak apapun aku berkelana, kebahagiaan itu tidak akan pernah ada jika aku selalu ingin lebih, dan tidak pernah bersyukur dengan hidup yang aku miliki. Hidup, cinta, mimpi dan banyak kebahagiaan kini sedang aku usahakan. Maka sekarang mulai kuyakini, bagaimanapun kisahku nanti, aku punya Allah yang dimana tempat sebaik-baiknya untuk bersandar. Aku percaya segala takdir yang Engkau persiapkan untuk hamba-hamba mu selalu baik, meski terkadang perlu air mata dan luka untuk menerimanya
Alle rechten voorbehouden
#451
spiritual
WpChevronRight
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • HARASTHA [ Seni Merawat Luka ]
  • Cinta Sejati Menjaga Hati
  • Langkah (By Auzizahirah)
  • THE SECRET LOVE
  • Skenario Allah✔[End]
  • Broken Soul (END ✔️)
  • Menyapa Luka di Awal Kisah
  • Hijrah Bersamamu (SELESAI)
  • Takdir Indah Dari-Mu
  • Ikhlasku Merelakanmu (END)

SPIN OFF RINTIK SENDU Luka ada karena kita yang dengan sadar menciptakannya, kecewa ada karena kita juga yang dengan sadar memupuknya. Jangan pernah menyalahkan Tuhan dengan dalih 'keadilan' karena kitalah yang terlalu banyak berangan. Seolah mengkambinghitamkan takdir, meraung tak terima dengan apa yang ada di depan mata, seakan dunia telah hancur dan runtuh seketika. Bangunlah! Jangan terlalu mendramatisir. Namanya hidup memang harus berkawan dengan 'perjuangan'. Tidak ada luka yang sembuh secara tiba-tiba, maka rawatlah! Merawat luka tidak ada salahnya jika memang bahagia menjadi tujuannya. Jangan pernah abai atau meremehkan, karena luka yang besar dan dalam berawal dari luka kecil yang dibiarkan tanpa pernah mendapat penanganan. -Harastha Razqya-

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen