We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Our Lifes

Our Lifes

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 19, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Hanya curahan hati seorang yang mempunyai beban di pundaknya, yang tidak bisa di ceritakan dengan lisannya. Dia hanya mampu mengetik dengan jarinya tentang apa yang dia rasakan selama ini. Dan juga tentang apa yang dia khawatirkan selama ini. 19/07/23
All Rights Reserved
#742
mental
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Unexpected Stranger
  • Prings Posesif Ekstrim
  • ADRESTIA (ON GOING)
  • KETUK(ER)
  • MY MJ (End)
  • Self Injury's(complete)✔
  • Haruskah Mati? �√PART LENGKAP [TERBIT]
  • 𝐀𝐁𝐑𝐄𝐀𝐊𝐒𝐈
  • A Gate for the Hell Away (Terbit) (end)
  • ANANDITASWARA [TERBIT]

[COMPLETED] Kematian bukan lagi perihal yang ditakutkan bagi Alexa. Justru dirinya takut untuk menjalani kehidupan. Sangat melelahkan ketika bercermin dan melihat sosok menyedihkan di pantulannya. Kaki penuh luka milik Alexa perlahan terangkat. Berniat menendang sandaran kursi yang dipijaknya. Berharap kursi itu jatuh sehingga tak ada lagi tempatnya berpijak dan hanya tersisa tenggorokan sebagai satu-satunya tumpuan yang menahan berat tubuhnya. Alexa menatap lantai dengan tatapan kosong. Meskipun air mata mengalir di pipinya yang lebam. Jari-jari Alexa mencengkeram tali yang sudah melingkar di lehernya. Rasanya baru sedetik yang lalu dia merasakan hantaman dari Ibunya dan agaknya luka di telapak tangannya kembali terbuka. Ah, kenapa sekarang terasa perih? Kenapa baru sekarang? Alexa menggerakkan satu kakinya dan menendang kursi tersebut. Tubuhnya tersentak mengikuti gravitasi. Lilitan tali yang melingkar di lehernya membuatnya tercekik. Alexa merasakan sakit yang sungguh hebat. Napasnya tertahan dan matanya memerah. Air mata kembali menetes dari matanya. Kakinya meronta dan tangannya meremas tali itu. Sampai luka yang tadinya terasa perih karena bergesekan dengan tali tersebut kini tidak lagi terasa di jari-jari dan telapak tangan miliknya. 'Tuhan, apa kau membuatku merasakan sakit untuk terakhir kalinya? Aku hanya ingin menghilangkan rasa sakit. Jangan khawatir, sebentar lagi aku akan bertemu denganmu. Jadi tolong hilangkan rasa sakitku setelah ini. Sungguh, ini sakit sekali.' The Unexpected Stranger ©2021

More details
WpActionLinkContent Guidelines