WE MUST BE HAPPY END

WE MUST BE HAPPY END

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 12, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Kedua remaja ini saling menggenggam karna cinta, padahal mereka berdua tumbuh jauh dari kata cinta. Kedua nya tumbuh di keluarga bermasalah, akan tetapi mereka menjalin hubungan cinta dengan tekat tak akan pisah jika bukan maut yang memisahkan nya. Namun suatu hari, badai hebat datang menerjang. "Kita cukup sampai sini aja, ya?" dengan wajah dipenuhi tetes air mata, Pricilla menyatakan putus. "Gua gak akan nyerah." Xerrel mengepalkan tangannya erat erat. Namun saat sedang di tengah pembicaraan, sebuah truk menabrak mereka berdua tanpa aba aba. Xerrel yang setengah sadar menghampiri Pricilla yang sudah tergeletak tak sadar. Akankah keduanya mendapatkan akhir bahagia? Atau tuhan berkehendak lain? Instagram: rhyu.heree
All Rights Reserved
#88
perkuliahan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eshal Renjana (Lengkap)✔
  • Sergio
  • AKU TAK PERCAYA CINTA, AYAH! (TAMAT)
  • Gavin untuk Givea (Hiatus)
  • Stay (Away)
  • Become a Parent's [END]
  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • Legatha [END]
  • Say My Name

"Gala.." lirih gadis itu yang kini menatap nanar ke arah laki-laki disampingnya. "Kenapa hem?" Tanya nya kemudian, satu tangannya terangkat mengusak rambut hitam itu yang dibiarkan tergerai. Cantik, sangat cantik. "Papah.." Gadis tersebut berhenti sejenak, tak kuat melanjutkan kalimatnya tatkala suara isakan lolos begitu saja dari kedua belah bibirnya. Hatinya gundah. "Papah mau nikah Gal, gue takut-" "Gue takut papa gak sayang lagi sama gue. Gue gak bisa." Tangisnya pecah, takut, sebelumnya ia tidak pernah merasakan ketakutan seperti ini. Ia sungguh tidak bisa walaupun hanya untuk sekedar membayangkan bagian terburuknya. Laki-laki disampungnya hanya bungkam. Tak pandai mengucapkan kalimat-kalimat menenangkan direngkuhnya tubuh itu kedalam dekapannya. Dipeluknya erat, seolah-olah mengatakan bahwa gadis itu akan baik-baik saja. "Dengerin gue, kalaupun itu terjadi. Lo masih punya gue. Rumah kedua lo. Orang yang akan selalu ada disamping lo." -------------- "Gala....tolong jangan tinggalin gue." Mohon Renja. Kedua air matanya kian berderai ketika Gala justru malah bangkit berdiri dari duduknya. "Maaf Ren, gue gak bisa. Dia butuh gue." Ucapnya dan segera bergegas pergi. Meninggalkan Renja sendirian yang kian menganga lukanya dan sama membutuhkannya. Atau bahkan sangat membutuhkannya. Dan untuk yang kesekian kalinya ia ditinggalkan oleh orang-orang tersayangnya. Nyatanya manusia itu berubah. Ia menyesal karena pernah begitu percaya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines