Cinta Luar Biasa

Cinta Luar Biasa

  • WpView
    Reads 84
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 28, 2023
"Jika bukan karena uang gue gak bakalan mau jadi Istri Galaksi. Tukang selingkuh, walaupun gue gak suka sama dia tapi gue kan Istrinya jadi wajar dong kalau gue sakit hati." Senja Maharani telah diambil keperawanan nya saat ia duduk di SMA. Senja tidak tau siapa orang yang telah merebut keperawanan nya. "Gue yakin kalian pasti di bayar kan sama orang yang gak bertanggungjawab itu!" ketus Senja kepada pegawai hotel yang tidak mau memberikan rekaman cctv pada malam itu. "Liat aja gue bakalan bayar kalian lebih dari uang dia. Gue bakalan balik lagi!"
All Rights Reserved
#15
mendadaknikah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cerita di Balik Senja
  • TerraCotta (Completed)
  • Senja untuk Genta
  • Senja di Langit Biru [Complete]
  • Langit Senja (End)
  • Belenggu Obsesi Langit
  • Hues of You
  • Senorita in Trouble
  • SENIA

"Senjanya bagus banget," suara gadis kecil yang sedang berdiri menatap langit yang berwarna oranye dengan angin yang menyapu pelan wajahnya. "Ayah... Ayah lihat! Langit nya bagus banget," Jawab gadis kecil itu dengan senyum bak bulan sabit pada wajahnya. Laki-laki berbadan tegap dengan struktur wajah yang tidak jauh dengan gadis kecil di hadapannya, kini berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan gadis itu. Lebih tepatnya, mereka adalah sosok ayah dan seorang anak. "Senja, Senja tahu, kenapa ayah memberi nama Senja, itu 'Senja'?" mendengar pertanyaan yang tidak bisa di jangkau oleh pikiran anak kecil yang bernama senja itu, ia hanya menggeleng. Lalu, ia bertanya " memangnya kenapa ayah?" Tanya Senja pada sang Ayah. "Karena Senja itu indah, dia juga ikhlas, dan dia selalu mengingatkan ayah pada almarhum ibu kamu, Senja." Senja mengerutkan alisnya, ia bingung dengan apa yang ayahnya ucapkan. "Senja masih nggak tahu maksud ayah." "Nggak papa sayang, saat ini Senja memang belum mengerti. Tapi nanti, Ayah yakin kamu pasti mengerti maksud ayah. Oke Langit Senja?" "Oke ayah!" Senja memeluk Ayah nya dengan erar tanpa sekat sedikitpun.

More details
WpActionLinkContent Guidelines