Loneliness (Boboiboy x Reader)

Loneliness (Boboiboy x Reader)

  • WpView
    Reads 167
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 13, 2023
WpInfo
Fanfic
1Direction
"I just want to feel cared for before I die." . . "Aku merindukan ibu." . . "Jika kehidupan selanjutnya benar-benar ada, aku ingin bertemu ibu dan dikelilingi orang-orang yang menyayangiku." . . "Hei, syukurlah kau sudah sadar. Kondisimu mengkhawatirkan. Boleh ku tahu siapa namamu?" -??? "Nakamura (y/n)." "Ah, nama yang bagus. Aku Boboiboy, untuk sementara, kau aman bersamaku." **** Nakamura (y/n). Keinginannya sederhana. Ia ingin dikelilingi oleh orang yang menyayangi dan menganggapnya ada. Namun, keinginan sederhananya itu sangat sulit (y/n) dapatkan. Tapi siapa sangka saat (y/n) membuka mata, ia berada di tempat yang begitu asing. Tidak, tepatnya ini bukan dimensinya. Apakah (y/n) sudah mati? Lalu, bagaimana dengan harapannya? Di dimensi yang jauh berbeda ini, apa (y/n) bisa meraih impian sederhananya?
All Rights Reserved
#35
alive
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TIME will TELL {On Going}
  • 𝐓𝐇𝐄 𝐒𝐄𝐕𝐄𝐍𝐅𝐎𝐋𝐃 𝐉𝐎𝐔𝐑𝐍𝐄𝐘 ⌞ ᗷᗷᗷ × ᗰᕼᗩ ⌝
  • Another Dimension (The End)
  • ECHOES FROM THE FORGOTTEN || BL HALITAU FANTASY AU-Boboiboy Elemental Ship
  • READER VS TUJUH BOBOIBOY
  • I Got You!GEMPA
  • Learning in Progress (Boboiboy x Yaya)
  • BoBoiBoy Galaxy S1 x Reader
  • SWITCH! [✔️]
  • Friendship Bracelet [Boboiboy X Reader]

"Selamat Tinggal." Itulah ucapan terakhir yang ia dengar sebelum sebuah benda pipih dan tajam menikam jantungnya. Mata berwarna jingga layaknya api yang berkobar itu menatap kearah sang pelaku yang menatapnya dengan tatapan kosong. "Sialan kau...seandainya saja...kau tidak pernah dilahirkan dan fakta bahwa kau adalah adikku..." "Kiamat ini tidak akan pernah terjadi." Pedang yang ada di tubuhnya ditarik keluar membuatnya tersungkur di lumpur yang sudah digenangi oleh darahnya sendiri. Melihat bahwa lawannya sudah lumpuh si 'adik' itu pun pergi meninggalkan si 'kakak' menghembuskan napasnya untuk terakhir kalinya. ■□■□■□■□ Mata jingga itu terbuka lagi, kini di depannya ada sebuah jam besar yang jarum jamnya tidak berdetak sama sekali. "Apa yang akan kau pilih, nak? Menyerah dan mati disini atau mengulang kembali waktu yang telah kau sia-siakan?" "Kembalikan aku agar aku bisa menebus kesalahanku yang dulu." "Senang mendengarnya~" □■□■□■□■ Apakah anak itu bisa melakukan perjalanannya? Rintangan apa yang akan ia lalui selama melakukannya? Hanya waktu yang akan menjelaskannya nanti. ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||| Karakter di cerita ini milik @Monsta. Dan video+gambar yang aku cantum bukan milikku. Aku hanya meminjamnya. Maaf jika ada kesalahan kata atau kekurangan. Silahkan berikan kritik dan saran untuk membantu meningkatkan kualitas novel ini. ♡Selamat Membaca♡

More details
WpActionLinkContent Guidelines