Suddenly I've Become My Master

Suddenly I've Become My Master

  • WpView
    LECTURES 919
  • WpVote
    Votes 113
  • WpPart
    Chapitres 38
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication jeu., avr. 23, 2026
Setelah insiden bunuh diri itu, majikanku terbaring koma dan meninggal. Aku, sebagai kucing peliharaanya, tidak tega melihat majikanku tertidur dengan begitu pulasnya di peti mati yang berukir warna emas. Aku melihat sosok tampan dengan sayap dan jubah hitam. Sosok itu menawarkan sesuatu yang entah kenapa aku setujui dan tiba-tiba saat aku terbangun aku sudah berada di tubuh majikanku! Dan sekarang aku harus hidup sebagai Arshea dan membalas semua kepahitan yang Arshea alami selama ini... atau lebih tepatnya aku lebih memilih dengan kata 'iseng' ? hehehe... Wahai pembully Arshea, tunggu saja tanggal main denganku. Sewaktu aku masih menjadi kucing, aku hanya melihat, tapi kini aku akan beraksi... mungkin sebuah cakaran tidak cukup, oh, aku lupa, aku sekarang bukan seekor kucing lagi.. yaah, pokoknya lihat saja!
Tous Droits Réservés
#3
pembully
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • THE DEMONIC YOUNGEST DAUGHTER
  • Payback's Sweet
  • A Secret Cat: I Want To Be a Cat, Just Meow Meow
  • Who Is Called A Bird?!  || [Vol.1]
  • BERJUANG MELAWAN TAKDIR
  • Villain Also Has A Reason [END]
  • The extraordinary
  • True Beauty Man
  • MY LOVE IS DEATH ANGEL
  • Transmigrasi Karina

Aku tahu takdir memang selalu bercanda padaku, mungkin lebih tepatnya merundungku. Sedari awal hidupku tidak berjalan baik. Bukan, bukan melarat apalagi bekerja bagai kuda hanya untuk sesuap nasi, tetapi menjadi anak dari konglomerat yang meneteskan liur pada reputasi. Aku lah anak yang ditempa sekeras mungkin oleh orangtuaku untuk meraih reputasi impian mereka. Kurasa meski aku hancur berkali-kali, tumpul berkali-kali, dan berkarat berkali-kali; orangtuaku masih menarik leherku dengan paksa untuk bekerja demi reputasi mereka. Aku yang hidup seperti itu, kurasa dengan mati setidaknya bisa terbebas. Namun, bak keluar kandang buaya masuk kandang harimau, aku terbebas dari orangtuaku akan tetapi jatuh ke dalam genggaman entitas lain. Dewa yang menyeretku paksa untuk menjalani kehidupan seseorang yang kuberi iba secuil biji jagung. Libitina Kaltain. Karakter dari novel yang kubaca kala memiliki waktu luang sebiji kecil. Bukan, bukan pemeran utama yang menakjubkan apalagi pemeran penjahat. Tapi hanya pemeran pendamping yang bahkan hanya muncul sekali. Sang tumbal peperangan, keturunan yang menyedihkan dari Keluarga Kaltain. Anak yang hanya muncul saat keluarganya mengorbankan dirinya demi memenangkan peperangan. Anak yang malang, begitulah kupikir. Jika tahu rasa Ibaku yang ternyata membawaku ke sini, maka lebih baik kuludahi saja namanya. Libitina Kaltain, aku hidup kembali dalam tubuh penuh luka dan tak berdaya miliknya. Menjalani hidup menyedihkan Libitina yang bahkan lebih rendah dari budak, dianggap sampah keluarga yang tidak pernah dipandang. Aku hidup sebagai dirinya, sekaligus menanggung takdirnya yang entah apa. Bersamaan dengan kebingunganku pada Dunia dan takdirku sendiri, kata mengapa yang menggerayangi. Mau bagaimanapun aku harus bertahan di sini, meski bersamaan dengan kemarahan yang tumbuh membukit, serta dendam dan kebingunganku. Mungkin juga secuil harapanku. . _____________________ Warning: terdapat kata-kata kasar! Slow update

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu